CINTA….

photo_2019-06-21_10-51-42

Cinta….
Hal sederhana namun sangat rumit luar biasa, penuh kejutan dan sering tanpa diduga.

Cinta…
Bukan ku yang meminta, namun jalan takdir yang menemukan jalannya.

Cinta…
Berjumpa denganmu adalah kesyukuran yang harus dijaga, tidak mudah menjalaninya namun istimewa.

Tidak mengapa,
kesempurnaan memang bukan milik kita, namun belajar hidup denganmu adalah kesempurnaan bagiku. 

Yaa, seperti ta’aruf kita yang sepanjang waktu takkan pernah usai.

Menikah,
Bukan perkara mengucap akad sah lalu telah usai segalanya. 
Justru inilah awal perjalanan panjang kita menuju surgaNya.

Menikah,
bukan untuk sekedar mencari bahagia, apalagi mencari kata wah.
Tapi untuk beribadah sebagai ucap syukur pada Sang Maha Cinta.

Kuharap,
perjalanan panjang kita ini akan mengurai kisah indah untuk anak cucu kita nantinya. Ini bukan cerita cinderella yang hidup indah bahagia selamanya.

Kisah indah, dimulai dari perjuangan panjang kita merajut cinta dalam tangis dan tawa bersama, bersabar dan bersyukur tiada tara dari setiap episode kehidupan kita, hingga berakhir di surga yang indah disana.

Bismillah,
Sehidup Sesurga..

 

Iklan

Episode kehidupan.

photo_2018-09-16_14-36-49

Wahai diri,

Jangan kau kutuk dirimu dalam nestapa lara, 
Seolah kaulah satu satunya orang yang paling menderita.

Wahai diri,

Jangan kau silau nikmatnya kawanmu tengah asyik riang, bahagia.
Sedang kau tengah terduduk diam, banyak hal yang buat senyummu terhalang.

Wahai diri,

Kadang kau rasa, mereka begitu mudah menjalani episode hidupnya,
Sedang kau perlu berdarah darah untuk menggapai asamu yang kadang, entahlah.

Ketahuilah wahai diri,

Setiap manusia tercipta berikut dengan kisahnya masing-masing.
Ada yang dari lahir sudah kaya bak raja, lalu matinya dalam keadaan tanpa harta.
Ada yang dari lahir tanpa harta, namun matinya benyak meninggalkan harta waris.

Ada yang mampu sekolah hingga gelar selangit,
Ada yang untuk makan saja tak mudah cari sesuap, apalagi sekolah.

Ada yang masa mudanya penuh gejolak, hilang arah.
Ada yang tetap lurus karena aturan ketat orang tua.

Ada yang umur 20 sudah sukses jaya, menikah dan punya anak.
Ada yang umur 20 tengah payah mencari kerja, ditolak banyak wanita bahkan ada yang menanti bertahun tahun untuk dapat anak.

Ada yang umur 30 sudah pelik kehidupan rumah tangga, bahkan diambang karam.
Ada yang umur 30 baru menikmati indahnya pernikahan, tiada kata terlambat.

Ada yang umur 40 sudah bebas finansial dan menginspirasi banyak orang.
Ada yang umur 40 masih tertatih jatuh bangun ditipu orang, berjuang demi keluarga dan harga dirinya.

Ada yang umur 50 masih sehat, bugar waras dan banyak waktu bersama keluarga.
Ada yang umur 50 masih terbaring di rumah sakit, karena sudah mulai penyakit berdatangan.

Ada yang umur 60 masih mampu menggendong cucu.
Ada juga yang umur 60 sudah tiada ditelan bumi… gone.. wafat…

Wahai diri, 
Ini episodemu.
Hari ini adalah awal dari episode mu..

Ada kawanmu yang episodenya sedang bahagia, ya itu episode dia..
Dan kau tak pernah tau apa yang terjadi sebelumnya bahkan nanti..

Ada kawanmu yang tak seberuntung dirimu sekarang, ya itulah episode dia..
Dan kau juga tak pernah tau apa yang terjadi sebelumnya apalagi nanti.

That’s their time, 
And you have you’r own time…

JK Rowling umur 32 tahun novelnya baru diterima setelah 12x penolakan.
Jack Ma dengan alibaba mulai umur 35 tahun.
Morgan Freeman menjadi aktor besar ketika umur 52 tahun.

Para sahabat nabi, mengenal islam banyak di usia senjanya namun liatlah peradaban yang mampu mereka ubah. Mereka telah membuat sejarah, dengan episode hidup mereka masing – masing.

Wahai diri,
Jangan kau biarkan mereka membuatmu terburu – buru dalam menjalani episodemu, dengan dasar asumsi episode hidup mereka.

Tentu kau punya rencana kedepan untuk episodemu yang luar biasa nantinya.
Masih ada harapan, keep calm and make it real..

This is your life, This is your time.
Ini episodemu.. 
Berikan seluruh tenagamu untuk tetap hidup dan berjuang demi bahagiamu.
Tetap tegar dan sabar dalam bermanfaat untuk sesamamu.
Pasang mimpi besar di depan dahimu, raih dan buatlah nyata.

Wahai diri,
Bahagialah..
Karena ini adalah harimu,
episode hidupmu…..

@NagoyaCityWalk~BATAM

Seluas Laut

photo_2018-07-03_11-23-28

 

Aku belajar dari mereka berdua.

Bahwa hatimu adalah wadahmu, tempat menampung duka atau bahagia.

Maka, jadikan hatimu seluas laut, yang sepahit apapun sungai mengalirinya tetap ia tampung dengan tenang lalu mengubahnya menjadi segar dan suci.

Jangan sesempit gelas, yang satu tetes racun bisa saja membunuhmu.. Karena yang harus luas itu hati,
Yang harus sempit itu dengki,
Yang harus besar itu maaf, dan
Yang harus kecil dan hilang itu dendam.

 

Jadi Orang Baik

oooo

Menjadi Orang baik memang susah.
Lebih susah lagi kalo tak menjadi orang baik.

Ujian orang baik itu banyak.
Lebih banyak lagi ujian orang yang tak baik.

Apakah kamu merasa dibiarkan begitu saja, ketika kamu telah berikrar bahwa aku telah beriman, aku ingin jadi baik. Tanpa adanya ujian bagimu ?

Orang baik, sekolahnya seumur hidup.
Kehidupan bak universitas.

Mau jadi baik, langkah pertama daftar dulu… Artinya seberapa besar niat dalam hatimu mau jadi baik.

Lalu, masuk ada tesnya… Niatmu diuji… Sungguh-sungguhkah.

Lalu setelah diterima ada sesi pembelajaran. Seberapa istiqomah kamu belajar jadi orang baik di setiap sesi kehidupanmu.

Ada tes tengah semester, tes semester… Begitupun ada ujian praktik kehidupan, jika lulus maka kamu naik level.

Selesainya adalah kematian, tiba waktunya kamu memetik hasilmu, kesabaranmu, kesungguhanmu, keistiqomahanmu semua akan diperhitungkan, dinilai, ditimbang.

Hari terpentingmu adalah ketika tanda usahamu menjadi orang baik diterima, Masuk Surga. 

Hai kawan, 
Apapun yang terjadi tetaplah jadi baik.
Dunia memang melenakan, bahkan kadang menghinakan.
Tetaplah jadi baik.

Seberapa membahagiakannya dunia, ataupun menyakitkannya dunia ini..
Tetaplah pegang prinsip-prinsip kebaikan.
Karena hidup ini hanyalah perjalanan, semua akan berlalu masanya.
Tetaplah jadi baik.

Mungkin tidak sekarang balasanmu, tapi nanti… Ada masanya kamu memetik hasil kesabaranmu.

Apapun, bersabarlah, tetaplah jadi baik.
Karena Allah selalu bersama orang baik.

Batam-

Its not easy….

oni

 

its not easy tobe me.. 
Yaa memang, setiap insan punya jalan kehidupannya masing-masing.

masih ingat kisah seorang ayah dan anak sedang duduk di kereta. Entah bersumber dari mana.

Seorang lelaki berusia sekitar 24 tahun sedang berada di kereta api bersama dengan ayahnya. Ia melihat keluar melalui jendela kereta api dan berteriak-teriak, “Ayah, lihat pohon-pohon itu berjalan!”

Ayahnya pun tersenyum, namun pasangan muda yang duduk didekatnya memandang perilaku kekanak-kanakan lelaki yang sudah berusia 24 tahun dengan kasihan. Tiba-tiba lelaki tersebut kembali berseru, “Ayah, awan itu terlihat berlari mengejar kita!”

Pasangan ini tidak bisa menahan rasa risih mereka dan berkata kepada orang tua lelaki tersebut, “Mengapa anda tidak membawa anak anda ke dokter ahli jiwa?”

Orang tua itu tersenyum dan berkata….
“Saya sudah membawanya ke dokter, dan kami baru saja pulang dari Rumah Sakit. Anak saya buta sejak lahir, dia baru saja mendapatkan donor mata dan baru bisa melihat hari ini”.

Jadi, kehidupan ini memang tidak mudah. 
Sejatinya setiap orang memiliki kisah hidup yang tak perlu semua orang tahu.
Luka, susah, sedih, bahagia, senang pasti tiap orang memiliki episode-nya sendiri-sendiri.

Jangan menilai orang lain sebelum kamu benar-benar mengenal, memahami mereka. Boleh jadi kenyataan yang terjadi dapat mengejutkan kamu. 

Begitulah…

Momen itu…

photo_2018-01-01_09-42-53

Sebagaimana adanya…..

Biarlah,
Hari berganti hari,
Bulan berganti bulan,
Tahun berganti tahun,
Memang begitulah perjalanan sang waktu.

Yang jadi soal, adalah apakah kamu tetap saja diam di tempat, tak bergerak apalagi berubah.. Atau apakah kamu tetap semangat berjuang, bersaing dengan waktu, bergerak maju demi menjadi Baik.

Ini bukan soal perayaan, bukan soal momentum.
Ini soal kamu!
Sudah menjadi apa kamu sejauh ini ?
Sudah sampai mana perjuanganmu ?
And then, What’s Next ??

Ini tentang kamu, setiap saat…
Semakin sadar diri, tau diri…
Waktu bisa saja menebasmu kapan saja…

Jadilah baik, tetaplah selalu jadi baik,
Apapun yang Dunia beri, tetaplah jadi baik.

Adaka pilihan lain ?

 

~ masih di bumi melayu, dalam rintikan hujan menyayat dosa.
Selamat datang Dua Ribu Delapan Belas.

 

Selalu Ada Hal Yang Tak Perlu Dipaksakan

photo_2017-12-26_15-23-31

Semesta ini bukan dicipta begitu saja, tanpa alasan…
Bukan atas pesanan atau titipan sesuatu agar dibuat demikan dan demikian skenarionya..

Ya memang begitulah Semesta bekerja, berjalan dengan caraNya sendiri.
Sadarlah, dengan siapa dan untuk apa kita dicipta..
Hingga kita menjadi tau diri dan sadar diri..

Pada akhirnya, 
Segala sisi kehidupan, selalu ada puing-puing yang memang tak perlu dipaksa..
Yaa dipaksa oleh kehendak kita sendiri..

Hey… Toh kita ini apa, siapa kita…
Like an actress… Just play the show….
Terima saja, biar saja kehidupan mengalir apa adanya..
Pastikan saja langkah kita masih tetap tegak berdiri dan maju kedepan.. 
Sopo nandur bakal ngunduh, Siapa menanam bakal menuai… itu saja rumusnya..

Yakiin… Sang Sutradara takkan hentikan skenariomu disitu saja, masih banyak episode indah didepan sana menantimu.. 

Bangun…….
Sebab hidup teramat berharga 
Dan kita jalani, Jangan menyerah
Berjalan lebih jauh, Menyelam lebih dalam
Jelajah semua warna, Bersama, bersama…. ~ Banda Neira

 

 

 

Tamparan Dosa

dss

Adakala, hidup ini memang tak selalu berbicara tentang apa yang kita mau lantas terjadi begitu saja. Ada sebuah kekuatan yang sadar atau tak sadar kamu tak bisa mengontrolnya, bisa jadi inginmu jadi terwujud atau hanyalah menjadi kenangan saja.

Namun, perjalanan hidup ini panjang walau sejatinya singkat.

Tak peduli seberapa sakitmu atau senangmu dalam menjalaninya, waktu tetap terus berputar, menggilas setiap apa dan yang akan terjadi. Siap tak siap.

Pun, ada rumusan hidup yang harus kau tau.

Hidupmu kan indah jika kau menanam bibit keindahan.
Hidupmu kan suram jika kau menanam bibit kebencian.

Adakala ketika kau tanam bunga hingga mekarnya. Rumput ikutan juga. Mau tak mau hal baik pun harus kita jaga dari liarnya rumput agar tak mengganggu indahnya bungamu.

Adakalanya Dosa menamparmu ketika kamu lupa, lupa menjadi benih kebaikan yang kau tanam. Yaa… Lalai membuatmu dosa.

Semakin lama kau biarkan liarnya rumput semakin menodai indahnya bungamu, bisa jadi layu bahkan mati. Apa gunanya….

Tamparan Dosa atas lalaimu sendiri, membuatmu sadar dan merasa beruntung. Selagi hidupmu masih disini, di dunia ini Tamparan Dosa membuatmu rajin menyiram kembali benih benih kebaikan yang tanam, menjaga dan merawatnya sepenuh hati, hingga saatnya kelak rasa sabarmu berbuah manis. Bunga menjadi indah dan semerbak wanginya menyebar ke penjuru dunia.

Dosa, kesalahan memang sudah seharusnya menjadi tamparan bagimu, bisa melenakan atau menyakitkan kadang, namun menyadarkan. Karena hatimu menjadi tak tenang.

Menyadarkanmu dari lalainya siapa kamu, lalainya kewajibanmu.
Sudahlah, Jangan lagi terulang tertampar dosa.

Jalan ini panjang, Jalanin aja dengan penuh kebaikan semampu kau bisa lakukan.
Tak perlu risau akan masa depan, keajaiban akan membantumu dalam kesabaranmu.

Tamparan Dosa ini membuatmu lebih kuat dan lebih baik.
Namun tetap akan lebih baik, jika kau menjadi baik tanpa harus ditampar dosa.
Gunakan akal dan hatimu..

Jika kamu mau durhakai Allah, Durhakailah ketika di tempat dan saat Allah tak bisa melihatmu.

Cerita Hidup.

photo_2017-09-22_14-59-18

Ada yang bilang sama aku,

“Dalam hidup, kita hanya tahu baik atau tidaknya sesuatu hanya dari perspektif kita aja. Yaa, bisa jadi itu benar benar baik, atau malah bisa juga sebaliknya”

“Tulislah cita-citamu, mimpi-mimpimu di selembar kertas dengan sebuah pensil, lalu berikan penghapusnya kepada Allah. Biarkan, biarkan Allah yang menghapus bagian-bagian yang salah dan tak sesuai dengan mengganti mimpimu dengan cerita yang jauh lebih indah.”

Ah, begitulah perjalanan hidup.

Wa kafa billahi wakiila…
Dan Cukuplah Allah sandaran hidup, di permulaan, pertengahan, dan akhir cerita hidupmu.

 

Cukup sekian dulu ya…

Undangan Allah.

1

Kapan ya Undangan Allah itu datang…?
Allah mengundang kita untuk kembali pada-Nya…
seolah Allah berkata, “Hai hamba-Ku, sini deket sama Aku, Aku rindu”.

Terkadang, bahkan mungkin sering Undangan Allah itu datang, tanpa kamu sadar, kamu acuhkan.

Allah mengundangmu dengan kesusahan, kesedihan, galau dan gelisah. 
Itu semua Undangan dari Allah, supaya kamu bisa datang, bertemu dan curhat hanya pada-Nya sambil berkata, ” Allah…. Ya Allah aku hamba-Mu kembali pada-Mu walau penuh lumuran dosa”.

Ada saatnya juga. Allah ingin menjauhkan kamu dengan-Nya. Mudah bagi Allah, dan itu memang Maha Kuasa-Nya, karena saking nakalnya kamu sudah diundang tapi tak pernah datang.

Dengan apa? biasanya dengan kesenangan. Iya kesenangan.
Kamu suka terlena kan dengan  pujian, penghargaan, kesenangan. 
Seolah kamu merasa hebat dan itu semua karena hasil jerih payahmu.
Padahal tanpa Allah, kamu tak bisa apa-apa.

Tapi, jika kamu diberi ujian kesenangan dan tak lupa dengan Allah.
Itulah Allah paling bahagia.
Allah suka kamu ingat sama Allah ga cuma saat butuhnya aja.

Dan terkadang Allah sedih, marah, ketika kamu berlagak sombong, acuh pada Undangan Allah. Dia mengundangmu dengan kesedihan, kegalauan, kesusahan namun kamu tetap sombong dan merasa hebat, merasa bisa mengatasinya sendiri. Apa ga sadari diri ?

Beda dengan manusia,
Manusia mana yang mau mengundangmu ketika saat susah, dan bersedia menolongmu terus menerus tanpa pamrih, dan bersedia mendengar keluh kesahmu tanpa henti.? Tak mungkin ada.

Allah mengundangmu,
di setiap saat kamu butuh, Dia selalu ada.
di setiap saat kamu sedih, Dia ada untukmu.
bahkan ketika kamu lupa dengan-Nya pun, Nikmat dan Rahmat-Nya tak henti datang padamu.

Lalu, kemana kamu saat Allah mengundangmu ?