KISAH NYATA – Akhirnya Hidayah Itu Datang Padaku (Malik Ibn Dinar)

img_8116

“Belum tibakah waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk secara khusyuk mengingat Allah mematuhi kebenaran yang telah diwahyukan (kepada mereka).” (QS. Al-Hadid: 16)

Masjid Jami’ yang luas seakan menjadi sempit lantaran padatnya kaum muslimin yang berkumpul disebabkan rasa cinta dan kagum terhadap Malik bin Dinar –tokoh besar dari kalangan ahli zuhud dan ahli ibadah. Beliau duduk di tempatnya dalam keadaan termenung, sesaat kemudian beliau mendongakkan kepalanya. Semua orang yang hadir ketika itu menyaksikan suatu pemandangan yang belum pernah mereka saksikan sebelumnya apda diri Malik bin Dinar sang ahli fikih Irak, seorang imam, dan pemberi nasihat di Masjid Kufah.

Air mata beliau berlinangan membasahi jenggotnya karena rasa kagumnya terhadap antusiasme kaum muslimin yang datang untuk mendengarkan ceramahnya pada hari itu. Memang, pada hari sebelumnya beliau mengumumkan kepada mereka bahwa beliau akan menyampaikan sesuatu yang belum mereka ketahui dan hal-hal yang wajib mereka ketahui.

Imam Malik bin Dinar pun bertutur kata. Beliau membuka pembicaraannya dengan suara yang menyentuh lubuk hati para pendengarnya dan orang-orang yang mengaguminya sehingga seolah-olah suara tersebut berasal dari tempat yang jauh. Beliau memuji kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, membaca shalawat atas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta mendoakan orang-orang yang mendengar dan orang-orang yang mengenalnya agar mendapat kebaikan dan ampunan karena mereka telah berbaik sangka kepada beliau.

Beliau menuturkan, “Kemarin aku telah menyampaikan kepada kalian bahwa dengan izin Allah, besok aku akan bercerita mengenai seorang hamba yang butuh kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, hamba yang kalian dengarkan ceramahnya, yakni mengenai Malik. Aku mengetahui pada diriku ada sesuatu yang tidak kalian ketahui, dan kalian selalu berbaik sangka kepada kepadaku. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kalian dengan kebaikan.”

“Ketika aku masih muda, aku adalah seorang polisi yang jahat. Waktu itu, aku diberi tugas untuk menjaga pasar. Tidak ada seorang pun yang selamat dari kejahatanku. Tidak ada seorang pun yang lepas dari kekejamanku. Betapa banyak orang yang telah kucelakakan dan kusakiti. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala mengampuniku. Aku tidak mengingat mereka lagi kecuali tambatan hatiku telah putus lantaran meratapi diriku sendiri. Seandainya bukan karena iman yang diliputi rahmat AllahSubhanahu wa Ta’ala dan karena rahmat-Nya pula, pastilah hari ini aku tidaklah seperti yang kalian lihat.”

Continue reading “KISAH NYATA – Akhirnya Hidayah Itu Datang Padaku (Malik Ibn Dinar)”

Iklan

QUOTE – Semangat lah….. !!

1625745_10152452477574881_264625761_n

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجِزْ

Semangatlah dalam hal yang bermanfaat untukmu, minta tolonglah pada Allah, dan jangan malas (patah semangat).” (HR. Muslim no. 2664).

Imam Nawawi mengatakan tentang hadits di atas, “Bersemangatlah dalam melakukan ketaatan pada Allah, selalu berharaplah pada Allah dan carilah dengan meminta tolong pada-Nya. Jangan patah semangat, yaitu jangan malas dalam melakukan ketaatan dan jangan lemah dari mencari pertolongan. ” (Syarh Shahih Muslim, 16: 194).

FILM – UP : Kisah Cinta Sejati dan Impian yang Indah –

Casa-voladora-de-UP-

Film ini film lama yang sangat ‘Amazing’ buat saya…

Bercerita tentang perjalanan ‘Cinta’ dan ‘Cita-Cita’… Dua anak kecil bernama Carl Fredricksen dan Ellie. Carl yang pendiam, sedang Ellie sangat bawel, mereka sama punya hobi petualang dan fans berat petualang terkenal kala itu ‘Charles Muntz’. Akhirnya ketika dewasa mereka menikah dan menempati rumah ‘first meet’ mereka waktu kecil.

74

21

screenshot-med-07

Continue reading “FILM – UP : Kisah Cinta Sejati dan Impian yang Indah –”

Please, Don’t Judge!…. Be positive ya ; )

don’t judge what you don’t know. don’t hate what you didn’t understand. sometimes we just know name but not about the story.

Bukan tentang pembuktian bahwa AKU BENAR dan KAMU SALAH, atau sebaliknya KAMU BENAR dan AKU SALAH.

Jika kita ‘faham’ bahwa masih ada kebaikan pada diri ini, masih banyak yang harus ‘diperbaiki’ pada diri ini, masih banyak kesalahan diri yang harus ‘dipelajari’,

Lalu mengapa mudah sekali ‘berbicara’ orang lain padahal ‘PR’ kita mash banyak yang harus diselesaikan, sungguh menyiksa dan menghabiskan waktu. Continue reading “Please, Don’t Judge!…. Be positive ya ; )”