Sungguh, Kita tak pernah tahu –

tumblr_m7kogjmWL41rsvdy0

Sungguh kita tak pernah tahu, apa yang terbaik untuk diri kita sendiri. Terkadang hal-hal yang kita sukai, cintai, sayangi, kejadian indah yang membuat hati kita bahagia, semua perasaan, pikiran yang menurut kita itu sangat baik buat kita, sangat indah buat kita, sangat membahagiakan kita. Sungguh bagi Allah belum tentu baik untuk kita.

Sebaliknya, semua hal yang kita benci, tidak suka, menjengkelkan, bahkan kejadian yang menyakitkan pun yang membuat kita menderita seolah dunia runtuh. Sungguh, bisa jadi memang itulah yang terbaik untuk kita menurut Allah.

Continue reading “Sungguh, Kita tak pernah tahu –”

Iklan

daun

“Daun yang jatuh tak pernah membenci angin, dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Tak melawan, mengikhlaskan semuanya.

Bahwa hidup harus menerima, penerimaan yang indah. Bahwa hidup harus mengerti, pengertian yang benar. Bahwa hidup harus memahami, pemahaman yang tulus.

Tak peduli lewat apa penerimaan, pengertian, pemahaman itu datang. Tak masalah meski lewat kejadian yang sedih dan menyakitkan. Biarkan dia jatuh sebagaimana mestinya. Biarkan angin merengkuhnya, membawa pergi entah kemana.”

– Tere Liye –

TAK MELAWAN, IKHLASKAN SEMUANYA –

DIMANAKAH HATIMU ??

11079028_1604017653147119_213544706_n

Sungguh bukan perkara waktu yang luang tapi apakah HATIMU, punya ruang untuk Allah? untuk mengkaji ilmu Allah? 

Allah telah memberi kita modal waktu 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 365 hari dalam setahun, dan umur yang rata rata 63an tahun dalam kehidupan.

Berapa lama kita berdiri sholat untuk Allah ? 10 menit per sholat = 50 menit 5x sehari = 6 jam seminggu = 13 hari dalam setahun??? hanya 13 hari dalam setahun waktu komulatif sholat kita buat Allah?? pantaskah?

Sedang Allah telah memberi kita nikmat yang sangat banyak, bahkan nikmat yang tak pernah kita minta. Nafas…. yaa Nafas… nikmat yang sangat vital namun dilupakan.

Allah izinkan kita bangun pagi dan bisa bernafas untuk jalani hari yang baru, Allah sehatkan badan kita untuk aktivitas sehari hari, Allah bukakan mata kita untuk melihat betapa indahnya ciptaan Allah disekitar kita, Allah beri pendengaran untuk mendengar betapa banyak nasihat baik yang harus kita dengar, Allah beri hati untuk merasakan betapa cintanya,, cintanya Allah kepada kita. Bahkan ketika kita jadi pendosa pun Allah ijinkan kita hidup kembali setiap pagi, Bahkan ketika kita jadi durhaka pun Allah tetap beri rejeki kepada kita, Bahkan ketika kita lalai pun Allah senantiasa melindungi dari mara bahaya.

Masyaa Allah.. Sungguh manusia telah dzalim..
Nikmat Allah senantiasa tercurah selama 24 jam sehari dan terus menerus, ber bulan-bulan, ber tahun-tahun.
Lalu alangkah mudahnya kita beralasan “tak sempat” untuk mengingatnya,,, “tak sempat” untuk duduk mengenal diriNya, “tak sempat” berdiri untuk bertatap denganNya, “tak sempat”…. ya “tak sempat” karena alasan duniawi. karena pekerjaan? karena bisnis? karena tugas kuliah? karena malas?

Continue reading “DIMANAKAH HATIMU ??”

Romantis yang Sederhana

About Romance _

So Which Blessings of Your Lord Will You Deny~?

romantis yang sederhana

“Salah satu wujud romantisme seorang suami kepada istrinya adalah saat ia memasangkan helm ke kepala istrinya ketika hendak bepergian..” (Ustadz Syafiq Reza hafizhahullah)

Kutipan nasehat Ustadz Syafiq Reza di atas muncul ketika saya membuka beranda Facebook beberapa waktu yang lalu. Istri manapun yang mendengar kalimat tersebut, biasanya langsung berusaha mengingat-ingat,

“Pernah nggak ya suamiku memasangkan helm untukku ketika kami hendak pergi naik motor?”

How do I know? Because I felt the same way too. Aha! Anybody agree? 😀

Lihat pos aslinya 1.131 kata lagi

(Kisah Nyata) Jubah kemuliaan untuk orangtuaku –

luangkan hatimu

Ini kisah aku copas dari sosial media tetangga, sangat terharu bahkan ga sadar netes air mataku (duuh jadi cengeng… ). Monggo silakan di baca pelan pelan, diresapi… InsyaAllah bermanfaat, berikut kisahnya..

——————————————————————-

Minggu lalu saya kembali Jum’atan di Graha CIMB Niaga Jalan Sudirman setelah lama sekali nggak sholat Jum’at di situ…

Sehabis meeting dengan salah satu calon investor di lantai 27, saya buru2 turun ke masjid karena takut terlambat.. dan bener aja sampai dimasjid adzan sudah berkumandang…
Karena terlambat saya jadi tidak tau siapa nama Khotibnya saat itu..

sambil mendengarkan khotbah, saya melihat Sang Khotib dari layar lebar yg di pasang di luar ruangan utama masjid..

Khotibnya masih muda, tampan, berjenggot namun penampilannya bersih..
dari wajahnya saya melihat aura kecerdasan..
tutur katanya lembut namun tegas…
dari penampilannya yg menarik tsb.. saya jadi penasaran.. apa kira2 isi khotbahnya…

Ternyata betul dugaan saya!!!… isi ceramah dan cara menyampaikannya membuat jamaah larut dalam keharuan..
banyak yg mengucurkan air mata (termasuk saya).. bahkan ada yg sampai tersedu sedan… Weleh2.. sampai segitunya ya..
lalu apa sih isi ceramahnya.. koq kayaknya amazing bingitzz…

Dengan gaya yg menarik Sang Khotib menceritakan “true story”..
Seorang anak berumur 10 th namanya Umar..
dia anak pengusaha sukses yg kaya raya.. Oleh ayahnya si Umar di sekolahkan di SD Internasional paling bergengsi di Jakarta..
tentu bisa ditebak, bayarannya sangat mahal..
tapi bagi si pengusaha, tentu bukan masalah.. wong uangnya berlimpah…
Si ayah berfikir kalau anaknya harus mendapat bekal pendidikan terbaik di semua jenjang.. agar anaknya kelak menjadi orang yg
sukses mengikuti jejaknya…

Suatu hari isterinya kasih tau kalau Sabtu depan si ayah diundang menghadiri acara “Father’s Day” di sekolah Umar..
“Waduuuh saya sibuk ma.. kamu aja deh yg datang..”
begitu ucap si ayah kpd isterinya..
bagi dia acara beginian sangat nggak penting.. dibanding urusan bisnis besarnya..
Tapi kali ini isterinya marah dan mengancam.. sebab sudah kesekian kalinya si ayah nggak pernah mau datang ke setiap acara anaknya..
dia malu karena anaknya selalu didampingi ibunya.. sedang anak2 yg lain selalu didampingi ayahnya…

Karena diancam isterinya.. akhirnya siayah mau hadir meski agak ogah2an..
Father’s day adalah acara yg dikemas khusus dimana anak2 saling unjuk kemampuan di depan ayah2nya..
Karena ayah si Umar ogah2an maka dia memilih duduk dipaling belakang..
sementara para ayah yg lain(terutama yg muda2) berebut duduk didepan agar bisa menyemangati anak2nya yg akan tampil dipanggung besar…

Satu persatu anak2 menampilkan bakat dan kebolehannya masing2..
ada yg menyanyi.. menari.. membaca puisi.. pantomim.. ada pula yg pamerkan lukisannya..dll..
Semua mendapat applause yg gegap gempita dari ayah2 mereka…

Tibalah giliran si Umar dipanggil gurunya untuk menampilkan kebolehannya..

Continue reading “(Kisah Nyata) Jubah kemuliaan untuk orangtuaku –”