Kebiasaan itu belum tentu benar #ViceVersa

By-@alhikmahjkt-KEBIASAAN-ITU-BELUM-TENTU-BENAR-NAMUN...-KEBENARAN-HARUSNYA-YANG-DIBIASAKAN-.-Dianta

Terkadang yang biasa dilakukan itu,
belum tentu hal yang benar.
Vice Versa-

Iklan

Orang Baik itu…

12962-tak-penting-dianggap-sebagai-orang-baik-yang-penting-benar-benar

Orang sungguh…

Orang sungguh baik itu bukan karena berharap balas, apalagi penuh perhitungan, tapi semata karena dia berharap janji Tuhannya.

Orang sungguh sabar itu bukan karena terpaksa, tidak ada pilihan,
tapi semata karena dia memutuskan percaya pada Tuhannya.

Orang sungguh berani itu bukan karena sedang ramai, banyak yg membela, tapi semata karena dia bergantung pada Tuhannya.

-Tere Liye-

———————————-

Ikhlas itu hanya berharap penilaian Tuhannya,
Ikhlas itu hatinya hanya bergantung pada Tuhannya,
dan Ikhlas itu belajarnya sepanjang hidup.

Hari ini belajar ikhlas –

Ayah, Hatimu Bagai Embun –

154914_1457190637795_1474237158_31016311_3746993_n

Alkisaah…………

Seorang kepala sekolah menuturkan. Suatu kali aku datang ke sekolah. Tiba-tiba aku dikejutkan dengan tulisan mengandung celaan di tembok pagar sekolah yang mengarah keluar. Tulisan itu menggunakan cat semprot.

Setelah menelusuri siapa yang melakukan itu, dengan cara memperhatikan siapa saja siswa yang bolos hari itu, ditemukan lah sang pelaku. Seorang siswa kelas 3 SMA.

Orang tua dari siswa itu segera diminta untuk datang ke sekolah. Setelah ia sampai di sekolah dan menyaksikan apa yang ditulis anaknya di tembok pagar sekolah, serta merundingkan permasalahan yang terjadi, dengan gaya sangat tenang ia meminta anaknya untuk hadir. Lalu ia mendengarkan pengakuan anaknya bahwa benar, ia yang telah melakukannya.

Selanjutnya ia mengeluarkan HP dan menghubungi tukang cat. Dia memintanya untuk datang ke sekolah setelah memberikan alamat lengkapnya. Dia meminta untuk mencat kembali pagar itu dengan warna yang sama hingga kondisinya lebih bagus dari semula.

Sebelum ia minta izin untuk kembali, ia menghampiri dan mengelus kepala anaknya sambil berkata dengan sangat tenang dan lembut:

“Anakku sayang, bila kamu sudah angkat kepala ayahmu ini jangan kamu benamkan lagi!”

Kemudian ia minta izin dan segera berlalu. Kepala sekolah melanjutkan ceritanya:

Aku melirik ke arah siswa itu, tiba-tiba ia meletakkan kedua telapak tangannya di depan wajahnya, lantas ia menangis tersedu-sedu. Aku dan pembina siswa betul-betul tercengang melihat cara bapak anak itu dan bagaimana pengaruh cara yang ia lakukan terhadap anaknya.

Siswa itu berkata sambil terisak-isak:
“Kiranya ayahku memukulku dan tidak mengatakan perkataan itu kepadaku”.

Kemudian siswa itu minta maaf dan memperlihatkan mimik penyesalan yang luar biasa. Hari-hari berikutnya ia berubah drastis menjadi salah seorang siswa terbaik di sekolah itu.

  • Pendidik yang sukses adalah pendidik yang mampu memanfaatkan kesalahan dan masalah yang terjadi untuk meluruskan dan membenarkan tingkah laku anak didik.
  • Kata mutiara orang dulu mengatakan: “Kesalahan itu adalah jalan yang benar”.
  • Hukuman itu bukan lah tujuan.
  • Yang menjadi tujuan adalah menyelesaikan masalah dan keluar dari masalah itu dengan melahirkan hasil yang positif.

[nemu dari medsos]

Kenapa Allah #mikir

Kenapa Allah

Kenapa Allah membiarkan kezaliman
Hukum diputar balik
Kesalahan dan aib dicari-cari
Tapi pencuri besar dibiarkan berkeliaran
Sungguh bukan karena Allah tidak sayang
Tapi Allah memberikan kesempatan
Untuk melihat, siapa yang berdiri di sana
Siapa yang berdiri di sini
Siapa yang sesungguhnya memakai topeng dusta
Siapa yang sebenarnya singa kebenaran

Kenapa Allah membiarkan orang jahat
Berkeliaran di sekitar kita
Menelan dan menghabisi sesukanya
Sedangkan yang lemah tak berdaya
Sungguh bukan karena Allah tidak pengasih
Tapi Allah memberikan tenggat waktu
Untuk menguji, siapa yang sebenarnya munafik
Siapa yang sebenarnya pembohong
Dan siapa yang memilih mengepalkan tangan
Meski lemah dan gentar, tapi tetap berdiri membela kebajikan

Karena bagi Allah,
Bumi ini hanya debu saja di tengah semesta alam
Manusia bahkan sepermilyar lebih kecil dibanding debu
Mudah saja menggulungnya
Habis. Binasa. Tidak tersisa

Dan sungguh
Jangan bersedih jika kalah
Tidak akan menangis meski tersudut
Tidak akan meratap meski dianiaya
La tahzan…
Sesungguhnya, kebahagiaan akan meliputi
o
rang-orang yang beriman

Yang menegakkan amar ma’ruf nahi munkar.

-Tere Liye-

—————————————————

Kadang kacamata (hati) kita terlalu kotor hingga
belum bisa mengerti Kenapa Allah…………..

#Allah Maha Baik sekali.

ANTI QUR’AN!? #inspiratif

“Itukan gara-gara mereka ga ngerti hidup didunia ini untuk apa?”

“Kok gitu..?”

“Kayak beli HP baru, kalo ga ngerti cara makenya rusak la tu HP”

“Orang sama HP kan beda, uda?”

“Samo laa, kita ni di kasih nyawa sama Allah, pasti disuruh maksimalin fungsinya, selama masih dikasih kesempatan kan?”

“Mungkin mereka tu ga ada yang bisa membimbing…”

“Kito nyoo yang ndak mau di bimbiing…..” “Allah itu baik loh, kita di kasih buku panduan untuk menjalani hidup…tapi kitanya ga mau baca……….. Qur’aan..”

——————————–

Baiknyaa Allah sama kita, walau sering kita nakal.
Masiih saja limpahan sayangnya dicurahkan untuk kita.
Lalu Allah memberi pegangan hidup agar kita masuk surga.
Allah ingin kita masuk surga dengan Al Qur’an.
#mikiir

Ramadhan Will Come Back !! #Apa kabar ‘taubat’?

(from IMMGajahMada)

(from IMMGajahMada)

As-syaikh Asysyinqithy pernah ditanya

Apa nasehat anda kepada saya untuk menyambut musim-musim yang penuh ketaatan (Ramadhan)…?

Maka beliau menjawab:

Hal terbaik untuk menyambutnya adalah
“memperbanyak istighfar/permohonan ampun”

Karena seorang hamba akan diharamkan dari mendapat kebaikan atau taufik, dikarenakan dosa-dosanya.

Tidaklah seorang hamba senantiasa memenuhi hatinya dengan istighfar kecuali…….

Allah akan membuatnya:

  • Bersih dari dosa.
  • Allah akan membuatnya kuat ketika dia lemah.
  • Allah akan menyembuhkannya kala dia sakit.
  • Allah akan menyelamatkannya kala dia ditimpa ujian dan petaka.
  • Allah akan memberikan petunjuk dan hidayah saat dia berada dalam kebingungan.
  • Allah akan membuatnya tenang saat terguncang.

Karena…..

Sesungguhnya istighfar adalah memberi rasa nyaman selamanya untuk kita setelah sebelumnya hal ini dirasakan oleh Rasulullah SAW.

Faidah ini diterjemahkan dari artikel “grup bil qur’ani nahya”, asuhan istri syaikh Abdul Hadi.

rujukan:ikapd165.wordpress.com

Jangan Tergesa Menyalahkan……

khasiat-semangka

Seorang anak kecil memegang dua buah di kedua tangannya.

Ibunya datang mendekati, sang anak sambil tersenyum kemudian bertanya :

“Sayang.., boleh ibu minta satu buah nya.?”

Si anak memandang ibunya beberapa detik, kemudian dengan cepat menggigitnya, satu demi satu…

Si ibu berusaha menyembunyikan kekecewaannya, tapi tetap tersenyum sambil menahan kecewa dihatinya..

Kemudian si anak menyodorkan salah satu buah yang telah digigitnya tadi. (Setelah diseleksi)

Dengan suka cita dan senyum ceria sang anak berkata : “Ini untuk Ibu, karena yang ini LEBIH MANIS”

———————————————————————-

Siapapun anda, seberapapun pengalaman & pengetahuan anda, jangan tergesa-gesa dalam menilai seseorang, siapapun dia.

Berilah kepada orang lain kesempatan untuk memberikan penjelasan dengan baik dan dengan caranya sendiri.

KISAH – 3 SAHABAT……….

sahabat

Dikisahkan, si Fulan adalah seorang yang sedang mengontrak di sebuah rumah. Dia memiliki 3 sahabat yang selalu mengiringinya.

Sahabat ke-1, selalu didekati si fulan, apapun permasalahan sahabatnya selalu di bela-belakan kalo perlu nyawa jadi taruhan pun siap demi sahabat ke-1 ini, mereka berdua begitu akrab dan seolah tak terpisahkan.

Sahabat ke-2, kadang di sapa dibela dibantu, kadang juga dicuekin. Ya seperlunya saja, ya kadang-kadang saja.

Sahabat ke-3, nyariiisss acuh, dia seperti idghom. Ada tapi tak di anggap..hehehe

Nah, suatu ketika si Fulan abis masa kontrakanya, sebenarnya si fulan ingin tetap tinggal di kontrakan itu namun memang sudah habis masa kontraknya dan Si Pemilik tak mau lagi memperpanjang ya akhirnya mau tak mau si Fulan harus segera pinda kontrakan.

Karena kewalahan, si Fulan minta tolong kepada para sahabatnya. Satu per satu di mintai tolong olehnya.

Datanglah si Fulan minta tolong ke sahabat ke-1

“Sob, aku harus pindah kontrakan nih, dah abis masa kontrakanku, bantuin aku dunk..?”

“Wah, maaf ga bisaa…”

“Loh, kamu dah saya bela abis abisan, aku perjuangkan mati matian kok seperti ini balasanmu.?”

“Wah, maaf. aku ga bisa bantu kamu. Salah kamu sendiri bantuin saya, saya si maunya ga di perjuangkan sama kamu..kamunya aja yang ke GeEr sama saya…”,

Sakiiiit hati tuh si Fulan, menangis kecewa sedih. Gimana tidak, udah diperjuangkan seumur hidupnya mati-matian tapi begitu dimintai tolong seperti air susu di balas dengan air tuba..hehe

Lalu si Fulan datangi sahabat ke-2 untuk meminta tolong berharap ada bantuan.

“Iya oke, saya bantu yaa …. walau kadang kamu suka cuek dan jarang perhatian. kami bantulah tapi ga bisa full, paling cuma bisa nemenin ajaa sampai di rumah baru…”

Cukup beruntung si Fulan di bantuin walau sampe depan rumah barunya. Namun, si Fulan masih butuh bantuan lagi untuk masukin barang barang menata barang barang di rumah barunya. Akhirnya si Fulan di kejutkan oleh sahabat ke-3 tanpa diduga dia menawarkan bantuannya, walaupun selalu dia cuekin.

“Assalamu’alaikum Fulan, tak usah kawatir, saya bantuin kamu masukin barang barangmu, menatanya di rumah barumu ini, walau selama ini kamu selalu cuekin aku, tak pernah pedulikan aku, apalagi menyapaku. Aku bantu ya sampe kamu selesai semuanya…”

——————————————————————-

Begitulah kisah 3 sahabat hehe ternyata yang akhirnya membantu si Fulan dengan tulus adalah sahabat yang ke-3. Walaupun selalu saja di cuekin, diabaikan..

Tahukah bahwa kisah si Fulan adalah kisah dari diri kita sendiri.

Sahabat ke-1 adalah Dunia berikut isinya,
Lihatlah yang baru pagi hari beli Mobil Mercy 4 Milyar lalu sorenya meninggal, apakah mobilnya dia bawa ke liang lahat? malah sopirnya yang menikmati.
Tanyakanlah kepada Bos perusahaan Minyak, “Bos, nanti kalo mati, mau dikubur pakai minyak bos? Aspal gitu?”
Tanyakan kepada Bos Semen yang tiap hari pagi siang sore malam mikirin semen, “Bos, nti kalo mati kita cor aja gimana kuburnya?”
hehehe,, ini hanyalah perumpamaan..

Sahabat ke-2 adalah Keluarga kita,
Lihatlah bagaimana seorang ibu menangis histeris ditinggal suami di pemakaman… hanya sampai disitu saja keluarga mendampingi.

Sahabat ke-3 yang selalu kita abaikan adalah Amalan kita.
Bukan kita tidak mikirin dunia, tapi bagaimana agar apapun yang kita kerjakan menjadi amal baik, karena Allah.

……….Rabbii.. Inni dzolamtu nafsi faghfirlii…….. 

Tanjungpinang – Suatu sore

“Belajarnya” Libur dulu yaa…..

berpikir-mendalam-38-638

Suatu hari setelah sholat maghrib ada deringan telepon…

“Assalamu’alaikum mas…..”

“Wa’alaikum salam warohmatullah…”

“Mas, nanti libur dulu ya.. mati lampu…..”

“Ga papa, tetap masuk saja kalo gelap ya nti hafalan saja atau muroja’ah, kalo ga bisa baca..”

“Oh iya deh mas… gapapa………..”

Memang akhir akhir ini di daerah kami sering mati lampu sehari bisa 2-3x mati lampu, sekali mati lampu sampai 3-4 jam. Jadi ya memang sedikit jadi kendala. Sampai mungkin karena kawatir saja “belajar”nya ga bisa maksimal akhirnya minta libur.

Setelah itu alhamdulillah baru 30an menit belajar, listrik kembali menyala. Alhamdulillah Allah tau dan sedang menguji kesungguhan hamba-Nya.

—————————————————————–

Sedikit cerita yang aku alami di atas, jadi ingat bagaimana orang-orang jaman dahulu semangatnya belajar ketika listrik masih belum tersebar ke pelosok, pakai lilin, pakai lampu sentir, pakai petromak. dan hasilnya sekarang beliau beliau jadi orang hebat dan sukses. Itupun contoh dari semangatnya belajar untuk urusan dunia.

Bagaimana juga perjuangan para sahabat ketika mereka belajar agama, untuk kepentingan kehidupan setelah mati. di bawah cahaya rembulan mereka belajar, di atas tanah mereka bersila. Dan hasilnya mereka tetap semangat untuk “belajar”.

Sama juga dengan kita merekapun banyak urusan ini itu, bisnis, pekerjaan, perdagangan, urusan rumah, mereka juga perlu kebutuhan dunia, namun keyakinan dan semangat bahwa akhirat lebih penting. Menjadikan mereka rela jauh jauuh mencari ilmu akhirat. Tak peduli hujan badai panas terik. Ada yang sehari perjalanan jalan kaki atau naik onta, ada yang dua hari untuk belajar satu dua ayat, ada yang sebulan. Masya Allah… dan bahkan karena kesungguhan mereka, mereka tidak merasa kurangpun akan kebutuhan dunia.

Sedang kita?…….

“Yaah hujan nih, ga ngaji dulu deh……”

“Jauhnyaa masjid,…..”

“Baru pulang kerja ni,, capeek. ijin dulu ngajinya…”

Sejuta alasan selalu ada saja… ya itulah namanya kebaikan. Untuk meraih kebaikan perlu perjuangan.

Ini tulisan utamanya untuk koreksi aku pribadi, yang kadang iman lebih sering lemah daripada menguat, kadang lebih sering tergoda daripada terjaga, kadang lebih sering salahnya daripada manfaatnya. Namun selalu belajar dan berusaha untuk menuju surgaNya.

Bagiku ketika di beri kepercayaan untuk mengajarkan hal baik itu Nikmat yang besar sekali dari Allah, ladang amal, tabungan amal, penggugur dosa, penenang hati.. lalu bagaimana aku bisa meliburkan diriku selama aku mampu…

Allah Ta’ala berfirman :

 أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ (2) وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ

Artinya: “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?”. “Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (Al ‘Ankabut: 2-3)

فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِنِّي هُدًى فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلا يَضِلُّ وَلا يَشْقَى

Maka jika datang kepadamu (wahai manuia) petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, maka dia tidak akan tersesat dan tidak akan sengsara (dalam hidupnya)” (QS Thaahaa: 123).

{وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ}

Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar bersama orang-orang yang berbuat kebaikan” (QS al-‘Ankabuut: 69).

Yakin saja akan janji Allah, bukan janji manusia 🙂