Tentang Berserah –

oni

Dalam banyak kesempatan
Kita bisa memutuskan bertarung habis-habisan
Menggunakan segala upaya
Untuk memiliki sesuatu yang amat berharga
Menggenggamnya penuh keyakinan
Bahwa itu layak diperjuangkan
Sungguh butuh seluruh kekuatan untuk melakukan hal ini.

Tetapi
Kadangkala kita lupa sebuah nasehat lama
Ada sesuatu yang justeru membutuhkan kekuatan lebih besar untuk dilakukan
Yaitu: melepaskan pergi apa yang telah kita perjuangkan habis-habisan
Karena kita tahu, sesuatu itu boleh jadi lebih baik jika dilepaskan
Lebih bahagia dan lebih cemerlang besok lusa
Karena saat ini belum pantas, atapun tidak siap
Semoga kelak akan kembali dengan sendirinya

Sungguh, yang satu ini membutuhkan kekuatan lebih besar
Dibandingkan sekadar memperjuangkannya

Lepaskanlah, maka semoga yang lebih baik akan datang.
Lepaskanlah, maka semoga suasana hati akan lebih ringan.
Lepaskanlah, maka semoga kita menyadari tidak ada sesuatu yang sesungguhnya kita miliki.

Kemampuan melepaskan, melupakan, membiarkan atau apapun orang menyebutnya adalah salah-satu akar penting dari pohon kehidupan.

Jangan dipaksakan, jangan digigit terus, lepaskanlah. Maka biarkan pohon kehidupan kita tumbuh besar, kokoh, rimbun dan berbuah.

Apapun itu, baik kejadian menyakitkan, tindakan aniaya orang lain, pengkhianatan, atau hal-hal kecil seperti ketinggalan bus, kehilangan buku, kaki bengkak terantuk ujung meja, lepaskanlah.

Apapun itu, baik kehilangan seseorang yang penting, padamnya perasaan, kekecewaan menunggu, gagal ujian, atau hal-hal kecil seperti kehabisan menu favorit, disenggol motor, komen tidak direply, lepaskanlah.

Jangan keukeuh dipegang buah busuknya. Jangan ngotot disimpan bisul kejadian tersebut di hati, lepaskanlah, maka kita akan melihat kesempatan baru, penjelasan baru, atau sekadar kesegaran suasana baru.

Lepaskanlah, maka semoga yang lebih baik akan datang.
Lepaskanlah, maka semoga suasana hati akan lebih ringan.
Lepaskanlah, maka semoga kita menyadari tidak ada sesuatu yang sesungguhnya kita miliki.

Tere Liye –
tentang hakikat Hati yang Ikhlas

Hakikat ikhlas adalah menerima bahwa semua yang terjadi adalah terbaik bagi kita. Sungguh semua atas kuasa Ilahi, yang terjadi memang adalah wewenang Ilahi, Allah sang maha Mengatur segalanya.
Melepaskan apa yang telah terjadi adalah bentuk ikhlas, Ikhlas merelakan semuanya kepada Allah karena Allah lebih tahu yang terbaik bagi kita.
Melepaskan segalanya yang kita miliki adalah milik Allah, biarlah kembalikan kepada Allah, biarlah Allah yang mengaturnya.
Melepaskan adalah bentuk iman, meyakini Allah pasti berkehendak baik kepada hambaNya.
Melepaskan adalah merelakan hati ini, jiwa ini, bergantung kepada Allah sepenuhnya.
Nasihat ini begitu mudah diucapkan, namun kita pasti mampu untuk menjalankannya. Paling tidak ada perubahan dalam diri kita, pengertian kepada diri sendiri bahwa memang segalanya bahkan yang ada pada diri kita ini, hati ini, jiwa ini, tubuh ini, rejeki ini, nikmat ini adalah milik Allah, semuanya dari Allah.
Sedang tugas kita adalah menjaga Allah tetap dekat di hati agar Allah menjaga kita.
Lepaskan, serahkan semuanya kepada Allah,
Biarlah skenario Allah yang bekerja.
بَلَىٰ مَنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَلَهُ أَجْرُهُ عِنْدَ رَبِّهِ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
“(Tidak demikian) bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”
(QS. Al Baqarah Ayat 112)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s