Taat kepada pemimpin –

Pemimpin

Kala senin itu ketika tiba di kantor,

“Nik, siang ini berangkat ya! rapat lagi di Batam! jam 12an kita berangkat!” kata pak Bos.

Sebagai bawahan ya tentu tak ada jawaban lain selain “Siap pak!”. Setelah semua bahan aku dan temen kerja siapin bahan rapat then Go!.. Ba’da dhuhur kami berangkat menuju terminal fery mau ke batam. Setelah sudah duduk nyaman di dalam kapal ternyata oh ternyata…

“Nik, kalian balik aja ya tak usah berangkat, Pak kepala barusan terbang ke Jakarta. Kalian buruan turun kapal, kalo ada info nanti aku kabari.” Kata pak Bos..

“Siap, Pak!” tak ada lain kata lagi buat jawab.

Sudah repot nyiapin bahan, berangkat buru-buru, eee dah duduk d kapal tenang suruh keluar balik kantor lagi. Sorenya di telpon suruh berangkat lagi ke batam esok harinya.

——————————-

Memang yang kita pikir demikian belum tentu orang lain berfikir demikian. Berangkat hari ini pun sama juga dengan berangkat besuk. Tapi pemimpin lebih panjang dalam berpikir, pemimpin yang mengatur strategi. Selamanya prajurit tidak lebih pandai dari komandannya. Maka itu prajurit harus patuh dengan komandannya.

Memang Allah sudah berfirman

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ أَطِيعُواْ اللّهَ وَأَطِيعُواْ الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللّهِ وَالرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلاً

Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.
(An Nisa : 59)

Allah menyuruh kita untuk menaati Allah, Rosul, dan Ulil Amri (Pemimpin).

Allah jelas pasti segala yang diperintahkan adalah baik buat kita, Rosul pun demikian, sedang ulil amri/pemimpin diantara kita adalah para ulama, ada yg berpandapat umara/khulafa. Selama yang diperintah adalah baik ya laksanakan. Baik menurut siapa? Allah dan Rosulnya tentu. Mengapa? karena dalam lanjutan ayat itu dijelaskan jika ada perselisihan, beda pandangan dengan pemimpin atau orang lain maka kembalikan bagaimana Allah, bagaimana Rosul.

Mudah – mudahan pemimpin kita adalah pemimpin yang baik yang Allah Ridhoi. Pemimpin yang baik sebenarnya adalah hadiah dari cerminan dari rakyat yang baik.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s