Ayah, Hatimu Bagai Embun –

154914_1457190637795_1474237158_31016311_3746993_n

Alkisaah…………

Seorang kepala sekolah menuturkan. Suatu kali aku datang ke sekolah. Tiba-tiba aku dikejutkan dengan tulisan mengandung celaan di tembok pagar sekolah yang mengarah keluar. Tulisan itu menggunakan cat semprot.

Setelah menelusuri siapa yang melakukan itu, dengan cara memperhatikan siapa saja siswa yang bolos hari itu, ditemukan lah sang pelaku. Seorang siswa kelas 3 SMA.

Orang tua dari siswa itu segera diminta untuk datang ke sekolah. Setelah ia sampai di sekolah dan menyaksikan apa yang ditulis anaknya di tembok pagar sekolah, serta merundingkan permasalahan yang terjadi, dengan gaya sangat tenang ia meminta anaknya untuk hadir. Lalu ia mendengarkan pengakuan anaknya bahwa benar, ia yang telah melakukannya.

Selanjutnya ia mengeluarkan HP dan menghubungi tukang cat. Dia memintanya untuk datang ke sekolah setelah memberikan alamat lengkapnya. Dia meminta untuk mencat kembali pagar itu dengan warna yang sama hingga kondisinya lebih bagus dari semula.

Sebelum ia minta izin untuk kembali, ia menghampiri dan mengelus kepala anaknya sambil berkata dengan sangat tenang dan lembut:

“Anakku sayang, bila kamu sudah angkat kepala ayahmu ini jangan kamu benamkan lagi!”

Kemudian ia minta izin dan segera berlalu. Kepala sekolah melanjutkan ceritanya:

Aku melirik ke arah siswa itu, tiba-tiba ia meletakkan kedua telapak tangannya di depan wajahnya, lantas ia menangis tersedu-sedu. Aku dan pembina siswa betul-betul tercengang melihat cara bapak anak itu dan bagaimana pengaruh cara yang ia lakukan terhadap anaknya.

Siswa itu berkata sambil terisak-isak:
“Kiranya ayahku memukulku dan tidak mengatakan perkataan itu kepadaku”.

Kemudian siswa itu minta maaf dan memperlihatkan mimik penyesalan yang luar biasa. Hari-hari berikutnya ia berubah drastis menjadi salah seorang siswa terbaik di sekolah itu.

  • Pendidik yang sukses adalah pendidik yang mampu memanfaatkan kesalahan dan masalah yang terjadi untuk meluruskan dan membenarkan tingkah laku anak didik.
  • Kata mutiara orang dulu mengatakan: “Kesalahan itu adalah jalan yang benar”.
  • Hukuman itu bukan lah tujuan.
  • Yang menjadi tujuan adalah menyelesaikan masalah dan keluar dari masalah itu dengan melahirkan hasil yang positif.

[nemu dari medsos]

Iklan

One thought on “Ayah, Hatimu Bagai Embun –

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s