Urusan Perasaan…

10501976_990124574332382_8416817624875443696_n

Menjelang Ramadhan, seringkali aku di tanya “Dah nikah?”.. “Kenapa Belum Nikah?” “Nti siapa yang bagunin sahur? Mercon?” “Ini aku ada akhwat bla bla bla…..” *ealaah ujunge kok gitu… maksa nikah dan promosi…hehehe

Ya begitulah mungkin kasih sayangnya abang-abang kita, mas-mas kita, mbag-mbag kita. ibu-ibu kita, bapak-bapak kita, saudara-saudara kita. Alhamdulillah aku dipertemukan oleh orang tua yang sangat mengerti dan faham tentang bagaimana aku. Beliau berdua yang ada kalanya mendidikku dengan cara melepaskanku biar kehujanan agar tau sendiri gimana rasanya dingin yang menusuk lalu setelahnya aku di beri pelukan hangat oleh keduanya. Eh, tumben pinter berklise, hehe.

Perasaan..
Aku tumbuh sebagai pemuda yang sering kali melakukan kesalahan, bersyukur ada keluarga dan saudara yang sering mengingatkanku. Urusan perasaan pun aku pernah salah dalam bersikapnya. Dulu aku pernah menyukai seseorang dan ternyata berbalas, senangnya hati ini. Setelahnya aku datangi orangtuanya dan hasilnya tidak seperti yang aku harapkan. Di tolak dengan halus.

Momen itu menjadi titik balik bagiku, kesadaran hati menjadi lebih tajam, benar-benar aku berserah dan Allah memberiku petunjuk bahwa jalan yang aku tempuh ‘ada salahnya’. Allah sungguh baik, Doa istikharahku dijawab dengan diangkatnya semua rasa gundah dalam hatiku bahkan rasa cintaku, jadi tenang rasanya dan sadar ini belum saatnya dan aku belum pantas baginya. Aku berlepas darinya, semoga dia mendapat yang lebih baik.

Perbaikan diri terus menerus, makin getol beli dan baca buku, makin getol ngisi waktu dengan olahraga, makin getol ibadah, makin getol kerjanya. Alhamdulillah banyak sekali hikmahnya, dan makin sadar ternyata masih banyak hal yang harus aku lakukan untuk membalas cinta ibu bapaku. Dulu serasa tertutup kasih sayang mereka karena datangnya rasa cinta yang semu itu. Semakin lama, semakin lupa aku tentang urusan perasaan itu. Nikah? Maaf.. bukan aku menunda kebaikan, aku sangat yakin jika ‘sudah saatnya’ skenario Allah akan bekerja dengan sangat baik. Tugasku sekarang adalah belajar, perbaiki diri, kerja giat, bahagiakan orang tua.

Memang, dulu aku berpikir bahwa ini saatnya aku menikah, ada kebaikan ini itu segala macam, keuntungan nikah muda ini itu segala macam. Dan bapak ibuku juga sudah bilang ‘nunggu dulu ya lee.. sabar..’. Akunya aja yang ngeyel maju sendiri dan ditolak. haha.

Ada yang pernah bilang kepadaku, “Yang kau perjuangkan mati matian akan kalah dengan yang direstui oleh orang tua”. Dan restu orang tua itu adalah yang terbaik, terpenting.

Urusan perasaan, tidak bisa dipungkiri akupun juga ada rasa ingin menikah, namun aku lebih nyaman dengan kondisiku sekarang. Single and very happy. Aku pun tidak kekurangan cinta. Aku bahagia dan semakin aku berserah kepada yang di Atas, semakin indah aku rasakan Skenario Allah yang luar biasa hebat ini. Ini kebalikan ketika dulu aku merasa bisa membuat skenario hidupku sendiri ujungnya stress aku, hehe Alhamdulilah nyaman sekarang.

Bukan menunda kebaikan, hanya memang sekarang saatnya belajar berbenah diri, lebih giat bahagiakan orangtua dan keluarga. Aku ingin jodoh yang baik, untuk itu aku butuh waktu untuk perbaiki diri. Skenario Allah jauh lebih baik. Lagi pula umur juga masih muda, cuma tampang aja nampak sedikit tua. hehe

Aku percaya Cinta sejati akan selalu menemukan jalan. Ada saja kebetulan, nasib, takdir atau apa aja sebutannya. Tidak perlu gundah gulana, biar Allah sendiri yang berikan jalan terbaiknya dengan caraNya. Kebetulan yang menakjubkan.

Dan tahun 2015 ini, aku memilih single, dan tidak berkomitmen dengan siapapun, tidak menaruh harapan dengan siapapun, hanya fokus perbaiki kualitas diri dan mensyukuri Cinta yang sudah diberiNya. Keluarga.

#Sekedar curahan hati di sore hari

Iklan

3 thoughts on “Urusan Perasaan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s