There is a life –

11891213_871984506226598_5875151237808872673_n

from dr.Nina

Iklan

Berserah –

426349_2394289274781_2128591521_n

Masjid Agung Surakarta –

Ketika Kita berserah…….
Tak lagi diri ini menjadi milik Kita….

Tetapi memiliki semua yang dimiliki Allah.

Berserahlah, Dia lebih faham tentang duniamu daripadamu.
Berserahlah, ada kedamaian yang meneguhkan hati.

Berserahlah, ada solusi untuk menapak hidup dan meraih mimpimu.
Berserahlah, biarkan diri ‘dijalankan’ oleh Allah.
Berserahlah, semua akan menjadi indah pada waktunya.
Pasti berakhir indah dan penuh berkah.

Cukup sudah, setelah semua keringat yang kamu peras,
Berserahlah….. Dia tak akan pernah mengecewakanmu.

Burung yang tak mau terbang –

from google 😛

Ini tulisan aku tahun 2009 kalo ga salah ingat, hehe…
Waktu itu masih masa ababil katanya, haha…
Tentu sekarang sudah banyak perubahan..

Dari blog lama yang tak terawat, hanya re-post kembali di blog ini.
Dulunya ini menjadi salah satu alasan mengapa saya ikut jejak orang tua, Merantau. –

Terinspirasi oleh sebuah iklan TV, yang menampilkan sekumpulan burung dalam jumlah banyak, bertengger di sebuah pulau. Yang mereka lakukan hanya mondar-mandir di pulau sambil memandangi langit dan objek-objek yang sesekali melintas di antara awan. Sampai suatu ketika ada seekor burung yang berlari ke arah jurang dan menjatuhkan dirinya ke arah laut, semua burung memandanginya (maybe the other thought he was crazy), namun sebelum menyentuh permukaan laut ia berbalik ke atas dan melakukan apa yang selama ini hanya ada dalam kamus teman-temannya yang lain, the flightless bird, ia akhirnya TERBANG.

Sungguh iklan yang menginspirasi, bagi mereka yang masih mempunyai keinginan TERBANG. Be honest man, it happen on our everyday life.
Aku, mungkin juga kebanyakan orang lain, hidup di tengah-tengah the flightless bird, atau bahkan menjadi bagian darinya. Burung-burung yang sebenarnya bisa terbang namun terlalu takut dan khawatir untuk menjatuhkan diri mereka ke jurang, padahal itulah satu-satunya cara dan harga yang harus dibayar untuk dapat terbang.
Apa yang ada di pikiran the flightless bird mungkin seperti ini :

  1. Tanpa harus terbang pun kita masih bisa makan dan bertahan hidup.
  2. Ada resiko kita jatuh ke laut dan mati, jadi lebih baik tetap disini dan tetap bertahan hidup.
  3. Aku akan sendirian jika aku terbang, jadi lebih baik disini bersama yang lain.
  4. Aku akan jauh dari burung-burung yang selama ini kukenal jika aku terbang sementara mereka masih disini.
  5. Terlanjur cinta dengan daratan.
  6. Dan alasan lain yang tidak dapat dituliskan satu persatu, berhubung saya tak bisa membaca pikiran the flightless bird satu persatu.

Apakah seperti itu juga yang ada dalam pikiran kalian?.
Hanya kita yang tahu jawabanya.

Berdasarkan pengalaman pribadi.
Aku hidup di tengah orang-orang yang tidak lagi bermimpi dan menetapkan tujuan yang hebat, yang memimpikannya saja butuh keberanian.
Aku hidup di tengah orang-orang yang isi kepalanya dipenuhi rasa takut dan kekhawatiran, ketidakmauan mengambil resiko, stagnan, kontroversial, status quo, kolot, terjebak rutinitas.

Sungguh Aku sendiri tak ingin mengikuti tipe orang-orang seperti itu, aku lebih baik hidup sebentar dan mengalami banyak hal daripada hidup lama dan mengalami hal yang sama berulang kali.

Aku lebih memilih mengambil resiko untuk mencapai tujuan daripada tetap di tempat yang sama tanpa tujuan, bahkan jika tempat yang lama terasa nyaman.
Aku ingin terjun ke jurang, mengepakkan sayapku, menghadapi resiko tercebur ke laut, dan disaat yang sama mendapat kemungkinan untuk dapat melakukan apa yang orang lain bahkan tidak pernah bermimpi dan berpikir untuk melakukannya, Fly.

“Berjuang untuk lebih baik di masa depan atau mati hari ini”.

That’s choice….

Menjelang akhir tahun 2009
Repost Masa Lalu

Anak itu cerminan –

WP_20141026_038

 my young brothers…

Suatu hari yang lalu, saya di tugaskan untuk mengampu sebuah proyek sederhana tentang pemeliharaan jalan. Lalu ketika proses pengerjaan di lapangan ada salah seorang anggota yang datang mendekat padaku. 

“Pak, saya izin dulu jam 9 saya ada panggilan ke sekolah anak saya. “

Saya lihat rautnya tampak seperti ada masalah serius, ternyata setelah saya tanya bapak itu bercerita bahwa beliau di panggil karena anaknya yang SMP telah menghancurkan tembok sekolah yang baru di bangun untuk bisa bolos. Beliau sedih, beliau mengaku memang dulu nakal di sekolah tapi lum ada sejarahnya senakal nakalnya anak sekolah sampe menghancurkan tembok sekolah untuk bolos.

Ada hikmah yang kudapat dari obrolan singkat dengan bapak itu, akhir kata sebelum beliau pamit pergi, 

“Itulah pak, ketika anak mulai nakal. Saya teringat, ini mungkin karena kenakalan saya dulu dan tanggungjawab saya koreksi diri dan mendidik anak. Apalagi ibunya telah tiada karena kecelakaan.”

Pelajaran penting bagiku dari kejadian kecil ini, teringat kata-kata dari Hasan Al-Bashri,

“Ketika kamu melihat hal buruk dalam diri anakmu, koreksilah dirimu. Sesungguhnya Allah sedang memintamu untuk mengubah hal buruk yang ada dalam dirimu.”

Anak itu cerminan, 
Terima kasih Allah, telah berikan pelajaran, walau saya masih lajang.

Apapun jadinya dirimu sekarang,
Jika kamu ingin anakmu nanti berbakti padamu.

Jadilah anak yang berbakti sekarang juga dengan orang tuamu.
Lalu perhatikan apa yang terjadi. Ituu… 🙂

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

ROBBANA HAB LANA MIN AZWAJINA WA DZURRIYATINA QURROTA A’YUN, WAJ’ALNA LILMUTTAQINA IMAMAA.” (Wahai Robb kami, karuniakanlah pada kami dan keturunan kami serta istri-istri kami penyejuk mata kami. Jadikanlah pula kami sebagai imam bagi orang-orang yang bertakwa) (QS. Al Furqon:74)

 

رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي

ROBBI AWZI’NI AN ASYKURO NI’MATAKALLATI AN ‘AMTA ‘ALAYYA. WA ‘ALA WAALIDAYYA WA AN A’MALA SHOLIHAN TARDHOH, WA ASHLIH LII FI DZURRIYATIY” (Wahai Robbku, ilhamkanlah padaku untuk bersyukur atas nikmatmu yang telah Engkau karuniakan padaku juga pada orang tuaku. Dan ilhamkanlah padaku untuk melakukan amal sholeh yang Engkau ridhoi dan perbaikilah keturunanku) (QS. Al Ahqof:15)

MENCONTEK SPIRITUALITAS GOOGLE

Koneksi dengan Sang Maha Server –

DEBUTERBANG

Jadi…kenapa sebenarnya Google tidak membuat sebuah teknologi PC (Personnal Computer) atau membuat sebuah Operating System untuk sebuah PC atau Laptop? Saya bertanya tentang itu kepada seorang rekan saya yang kebetulan dulu pernah bekerja di Nokia. Saat dia masih di negara asalnya, China.

Mengetahui fakta bahwa rekan saya ini dulunya pernah bekerja di NOKIA, pembicaraan kami sepanjang jalanan dari Balikpapan menuju Kutai Kartanegara pagi itu diwarnai dengan diskusi ngalor ngidul, dimulai dari kenapa NOKIA tidak memasang Android pada Operating Systemnya, kenapa malah Windows Mobile? Lalu cerita tentang kebangkrutan NOKIA, lalu menyambar pada cerita tentang raksasa teknologi Google.

Banyak hal menarik yang dia ceritakan mengenai Google, tetapi satu hal mengenai pertanyaan saya di atas tadilah yang kemudian menjadi tema menarik kami sepanjang perjalanan.

Kenapa Google tidak membuat Operating System sendiri untuk sebuah PC atau LAPTOP, atau kenapa malah Google tidak merambah bisnis PC?

Lalu rekan saya ini menjelaskan dalam bahasa inggris yang…

Lihat pos aslinya 637 kata lagi

Percaya ? –

WP_20141225_086

percaya saja, mancing pake tongsis :-p

Ibarat ada sebuah gelas berisi minuman,
lalu kamu tawarkan kepada orang lain bahwa minuman ini enak. 
Kemudian orang itu bertanya padamu,
“Apakah kamu sudah pernah meminumnya ?”  

“Mm… Belum..” Jawabmu

“Lalu bagaimana kamu bisa mengatakan minuman ini enak untuk kamu tawarkan sedang kamu sendiri belum pernah meminumnya..?”

Percaya ? Tentu tidak akan percaya kalo minuman itu enak.

Terkadang banyak hal baik yang kamu ketahui dan dengan mudahnya menyuruh orang untuk melakukan kebaikan padahal, kamu sendiri tidak melaksanakannya. Walaupun hal yang sepele.

Lalu bagaimana orang akan percaya padamu.. ?

Malah murka Allah yang kamu dapatkan. Na’udzubillah.

Sama halnya pun kebalikannya, banyak hal yang kamu tahu itu dilarang dan kamu pun melarang orang untuk melaksanakannya. Tapi kamu sendiri justru melakukan yang dilarang walaupun secara diam-diam.

Lalu bagaimana orang akan menghargaimu.. ?

Malah murka Allah yang kamu dapatkan. Na’udzubillah

Memang banyak ayat sudah menjelaskan,

Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan. (Ash- Shaff : 2-3)

Usamah bin Zaid berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda. ‘Seseorang dihadapkan pada hari kiamat, kemudian ia dilemparkan ke neraka, maka terburailah usus-ususnya di neraka, kemudian dia berputar-putar di neraka sebagaimana berputar-putarnya keledai, kemudian para penghuni mengelilingi, seraya bertanya ‘Wahai Fulan, kenapa dirimu, bukankah kamu menyuruh kami mengerjakan yang ma’ruf dan melarang kami dari perbuatan munkar?’ Dia menjawab, ‘Benar aku telah menyuruh kalian yang mengerjakan yang ma’ruf, namun aku sendiri tidak menunaikannya dan aku telah melarang kalian dari perbuatan munkar, namun aku sendiri melakukannya.”” (HR. Bukhari, Muslim dan Ahmad)

Bahkan manusia pun membenci apalagi Allah..
Ini bukan tentang kamu tidak boleh mengajak orang pada hal baik,
Ini bukan tentang kamu harus sempurna dulu baru mengajak orang jadi baik,
Bukan, bukan sama sekali.

Ini tentang ajakan kebaikan. Ajaklah dirimu sendiri sebelum mengajak orang lain. Rasakan dan resapi dampak kebaikan yang telah dirimu kerjakan. Yakini bahwa Allah melihat kesungguhan atas dirimu yang ingin jadi baik. Rasakan pertolongan Allah itu dekat. Setelah itu ajaklah orang terdekatmu untuk jadi baik hingga bersama-sama saling mengingatkan agar terus dalam hal yang baik. Walaupun kebaikan itu hanya ajakan untuk tersenyum. 🙂

Mudah mudahan kita semua menjadi manusia yang istiqomah dalam kebaikan.

Merdeka itu –

IMG-20150816-WA0036

Merdeka itu
ketika hatimu sudah tidak lagi terlalu berharap dengan sesamamu, 
ketika hatimu sudah tidak lagi bergantung pada yang semu,
ketika hatimu sudah tidak lagi peduli pada penilaian orang padamu,
maka terlepaslah kamu dari belenggu.

Merdeka itu,
ketika hatimu teguh dalam pendirianmu untuk terus melangkah maju,
ketika hatimu konsisten menjalankan apa yang menjadi komitmen bagimu,
ketika hatimu berpasrah atas kejadian apapun yang menimpamu,
maka jadilah kamu orang yang tangguh.

Merdeka itu,
ketika hatimu menjadi berani untuk menjadi diri sendiri,
ketika hatimu menjadi kuat untuk mengingatkan yang benar agar adil,
ketika hatimu menjadi lembut untuk memperbaiki diri,
maka tinggilah derajadmu.

Merdeka itu,
bukan soal raga yang kau tampakkan telah melakukan apa,
namun soal jiwa, soal hati bagaimana kau mampu mengolahnya,

Merdeka atau terjajah,
itu pilihanmu,
menjadi budak nafsumu sendiri, 
atau menjadi panglima hebat sang pengendali hati,

Maka, Merdekakanlah hatimu..
dunia tak akan masuk kedalam hatimu,
Namun akan ada dalam genggamanmu,

Diam –

Fantasia Painting(3)

Bagi orang yang mengerti, diam bukan berarti tak peduli, takut dan tak punya daya atau pun tak ada usaha. Diam juga bukan berarti tak mampu berkata-kata, mengutarakan rasa apalagi lupa. 

Bukankah doa yang tak di ketahui jauh lebih ampuh ?

Terkadang dengan diam tanpa kata mampu menjelaskan banyak hal yang tak bisa diungkapkan dengan kata – kata.

Tak mengapapun….

Lebih baik selalu merasa diketahui oleh Allah, daripada selalu merasa ingin diketahui manusia.

Karena diam itu menenangkan, mengerti diri sendiri.