Hujan

WP_20150803_001

Kenapa kita mengenang banyak hal saat hujan turun?
Karena kenangan sama seperti hujan.
Ketika dia datang, kita tidak bisa menghentikannya.
Bagaimana kita akan menghentikan tetes air yang turun dari langit?
Hanya bisa ditunggu, hingga selesai dengan sendirinya.

Kerinduan paling mengharukan adalah hujan
Aduhai, apakah kita pikir tanah kering yang rindu?
Atau padang gersang yang kangen?
Tidak. Melainkan hujanlah yang rindu.
Saat tiba masanya berjumpa
Setelah begitu lama tidak bersua
Jutaan tetes air hujan jatuh saling susul-menyusul
Tidak sabaran hendak memeluk tanah
Hingga habis seluruh rindu itu
Meluapkan seluruh kasih-sayang yang menyuburkan.
Tere Liye –

Hujan, kesederhanaanmu mengingatkanku akan begitu banyak kenangan indah dari Allah hingga saat ini untukku. Banyak skenarioMu yang aku tapaki menjadikan aku sadar bahwa aku bukan apa-apa tanpaMu, aku tak punya daya, bahkan jauh dari kata sempurna. Hujan, membuatku semakin syahdu berdoa kepadaNya. Indah sekali.

Aku nyatakan rinduku pada hujan yang tetesannya membasahi wajah, pada angin kemanapun ia berhembus. entahlah siapa, biarlah hanya Dia yang sampaikan, siapa yang pantas dirindu.

Semoga semua kehormatan perasaan kita dibalas dengan sesuatu yang lebih baik. Semua kehati-hatian, menghindari hal-hal yang dibenci, akan membawa kita pada kesempatan terbaik. Semoga.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s