Percaya ? –

WP_20141225_086

percaya saja, mancing pake tongsis :-p

Ibarat ada sebuah gelas berisi minuman,
lalu kamu tawarkan kepada orang lain bahwa minuman ini enak. 
Kemudian orang itu bertanya padamu,
“Apakah kamu sudah pernah meminumnya ?”  

“Mm… Belum..” Jawabmu

“Lalu bagaimana kamu bisa mengatakan minuman ini enak untuk kamu tawarkan sedang kamu sendiri belum pernah meminumnya..?”

Percaya ? Tentu tidak akan percaya kalo minuman itu enak.

Terkadang banyak hal baik yang kamu ketahui dan dengan mudahnya menyuruh orang untuk melakukan kebaikan padahal, kamu sendiri tidak melaksanakannya. Walaupun hal yang sepele.

Lalu bagaimana orang akan percaya padamu.. ?

Malah murka Allah yang kamu dapatkan. Na’udzubillah.

Sama halnya pun kebalikannya, banyak hal yang kamu tahu itu dilarang dan kamu pun melarang orang untuk melaksanakannya. Tapi kamu sendiri justru melakukan yang dilarang walaupun secara diam-diam.

Lalu bagaimana orang akan menghargaimu.. ?

Malah murka Allah yang kamu dapatkan. Na’udzubillah

Memang banyak ayat sudah menjelaskan,

Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan. (Ash- Shaff : 2-3)

Usamah bin Zaid berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda. ‘Seseorang dihadapkan pada hari kiamat, kemudian ia dilemparkan ke neraka, maka terburailah usus-ususnya di neraka, kemudian dia berputar-putar di neraka sebagaimana berputar-putarnya keledai, kemudian para penghuni mengelilingi, seraya bertanya ‘Wahai Fulan, kenapa dirimu, bukankah kamu menyuruh kami mengerjakan yang ma’ruf dan melarang kami dari perbuatan munkar?’ Dia menjawab, ‘Benar aku telah menyuruh kalian yang mengerjakan yang ma’ruf, namun aku sendiri tidak menunaikannya dan aku telah melarang kalian dari perbuatan munkar, namun aku sendiri melakukannya.”” (HR. Bukhari, Muslim dan Ahmad)

Bahkan manusia pun membenci apalagi Allah..
Ini bukan tentang kamu tidak boleh mengajak orang pada hal baik,
Ini bukan tentang kamu harus sempurna dulu baru mengajak orang jadi baik,
Bukan, bukan sama sekali.

Ini tentang ajakan kebaikan. Ajaklah dirimu sendiri sebelum mengajak orang lain. Rasakan dan resapi dampak kebaikan yang telah dirimu kerjakan. Yakini bahwa Allah melihat kesungguhan atas dirimu yang ingin jadi baik. Rasakan pertolongan Allah itu dekat. Setelah itu ajaklah orang terdekatmu untuk jadi baik hingga bersama-sama saling mengingatkan agar terus dalam hal yang baik. Walaupun kebaikan itu hanya ajakan untuk tersenyum. 🙂

Mudah mudahan kita semua menjadi manusia yang istiqomah dalam kebaikan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s