– FILM “INSIDE OUT” – Meet a Little Voices inside your head.

inside-out61

“Inside Out”

Lamaa ga ‘nge-review” di blog ini, akhirnya nemu juga film yang, I think this is good movie. Aku bukan ingin mengulas atau review tentang teknis film ini namun tentang apa yang bisa di ‘ulas’ baiknya dari film ini. Mudah-mudahan ada makna yang bisa di petik dari film ini.

Inside Out adalah film dari Disney dan Pixar yang bercerita tentang emosi perasaan dan psikologi yang alur ceritanya dari sudut pandang 5 sisi perasaan yang bisa muncul di diri manusia, Joy (Bahagia), Anger (Marah), Sadness (Kesedihan), Fear (Ketakutan), dan Disgust (Jijik).

Disney-Pixar-Inside-Out

Secara singkat ini tentang kisah gadis kecil bernama Riley yang harus beradaptasi dengan lingkungan barunya karena pindah rumah bersama keluarga kecilnya, bagaimana 5 sisi perasaan tersebut bergejolak di dalam “headquarters” Riley ini menjadi sangat menarik. Silakan bisa liat di bioskop secara utuh tentang film ini, aku yakin ga kecewa deh.

Poin yang dapat aku ambil dari film ini adalah :

Kita terkadang perlu “Sadness” agar hati mampu berempati.

Joy yang merasa punya andil untuk membuat Riley selalu bahagia tentu adalah hal yang ‘dipandang’ baik. Hingga suatu ketika perlahan Joy ingin membatasi peran ‘Sadness’ agar Riley bahagia selama hidupnya. Namun ternyata lama kelamaan sadar bahwa kehidupan Riley, Sadness juga punya peran penting untuk merekatkan hubungan keluarga kecil Riley.

Kita mungkin sering dengar bahwa dengan perasaan bahagia kita mampu mengatasi semua permasalahan, It’s not totally right, guys.

Adegan ketika Bing Bong, teman imajiner Riley kehilangan keretanya, Joy berusaha menghibur Bing Bong dengan caranya agar bahagia, dan berkata kepadanya bahwa ia tidak perlu sedih terus karena masih ada yang harus dilakukan. Sayangnya Bing Bong masih tetap bersedih.

Sadness lalu mendekati Bing Bong, “Pasti sedih ya keretamu hilang.”
Joy langsung menyahut, “Apa!! Kenapa kamu mau membuat dia lebih sedih lagi?” 

Dan akhirnya justru Bing Bong mampu bangkit dari kesedihannya.

Disney Pixar Inside Out Bing Bong 06

Kadang kita perlu “Sadness” untuk berempati dengan orang yang dalam kesedihannya agar kita mengerti bagaimana membuatnya kembali bahagia.

Seperti ketika adik kecil atau anak yang rusak mainannya lalu menangis. Seringnya adalah ayah bundanya justru memarahi anaknya, “Makanya kalo punya mainan di rawat baik-baik” atau dengan kata lainnya. Bukankah itu justru menutup rasa empati kita sendiri, seolah memberi jarak.

Bagaimana jika saat seperti itu, kita coba pahami perasaan mereka seperti yang dilakukan Sadness pada Bing Bong.
“Waah, Adik pasti sedih ya mainannya rusak. Ayah tahu itu mainan yang paling kamu sukai.”
Cobalah perhatikan lalu dengarkan apa yang anak ingin ceritakan. Tentu ini dapat membuat anak bisa mengerti apa yang dirasakannya dan mengatasi kesedihannya sendiri.

Wah, saye masih bujang om.. Ya ini tentu bisa juga di aplikasikan dengan sesama teman atau sahabat kita ketika mereka suka curhat. 🙂

Bahagia selamanya itu tidak normal, 
Kadang justru kesedihan adalah teman yang baik dalam hidup.

Dari dulu aku memang kurang setuju jika ada film yang endingnya “Happily ever after” because it’s impossible.. Belum ada film yang mampu menggambarkan indahnya surga, karena hanya ketika hidup kita sudah di surga baru bisa “Bahagia Selamanya” 🙂

insideout-hugs

Film ini sangat realistis, lika liku hidup itu pasti, ada marah, ada senang, ada kesedihan. Kesedihan justru membuat kita tersambung dengan orang-orang di sekitar kita. Apalagi bicara keluarga dan justru menimbulkan sebuah rasa bahagia dan kehangatan yang lebih daripada sebelumnya. 

Seperti Joy yang baru menyadari ketika melihat bola kenangan Riley saat dia gagal dalam pertandingan Hockey lalu terduduk sedih sendirian di pohon rindang. Kemudian Ayah ibunya datang untuk mendekap Riley. Dan rasa kekeluargaan pun makin terasa erat dan hangat.

screen-shot-2015-03-10-at-2-36-40-pm-inside-out-trailer-breakdown-is-that-a-toy-story-easter-egg-png-296975

Kau pun tahu, hidup ini tercipta berpasangan, ada sedih ada juga senang. Dua hal yang tak bisa dipisahkan. Di balik kesedihan pun ada kebahagiaan.

Dan pada akhirnya setiap emosi memiliki peran dalam diri kita.

Di ujung film ini akhirnya Joy menyadari hal penting bahwa semua temannya Anger, Sadness, Fear, dan Disgust juga punya peran penting dalam mengisi perasaan Riley untuk menjalani hidupnya.

Akhirnya kita pun tidak bisa minta sama Allah untuk menghilangkan sifat suka “marah”nya kita, suka “sedihnya” kita, ataupun betapa “penakut”nya kita dan sifat-sifat dalam diri yang tidak kita suka. 

Selalu ada alasan hebat mengapa diri kita ini dicipta,
Selalu ada makna luar biasa mengapa kita punya kelemahan ini itu,
Selalu ada tujuan mengapa kita dilebihkan pada hal tertentu.

Tak mengapapun…
Hidup ini akan menjadi indah dengan segala warna warninya.

Bukankah pelangi dikatakan indah karena banyak warna.
Begitu juga diri ini yang juga tak kalah hebat dengan segala kurang lebihnya. 

Tinggal bagaimana kita pandai dalam mengolah “headquarters” kita.

sukses-besar-inside-out-tembus-angka-rp-987-triliun-20150829234758

inside-out-1

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s