JADIKAN HATI BAK TELAGA –

WP_20150611_102

Danau Singkarak – Padang

Artikel ini tentu banyak sekali beredar di buku-buku atau di blog-blog lain yang membahasnya, entah dari siapa yang pertama kali membuat kisah ini. Ada yang dari sudut pandang guru dan murid, ada juga dari sudut pandang kakek dan cucunya. Namun intinya adalah ada pelajaran bagus dari kisah ini, mudah-mudahan bisa di ambil manfaatnya.

——————————————————————————————

Suatu ketika, seorang kakek bijaksana mendatangi cucunya yang belakangan ini selalu tampak murung. “Kenapa kau selalu murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah di dunia ini? Ke mana perginya wajah ceriamu itu?” tanya si Kakek.

“Kakek, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya untuk tersenyum. Masalah datang seperti tidak ada habis-habisnya,” jawab pemuda itu dengan lesu.
Si Kakek tersenyum. “Ambillah segelas air dan dua genggam garam, bawalah kemari. Biar kuperbaiki suasana hatimu itu.” Si pemuda pun beranjak pelan tanpa semangat. Ia laksanakan permintaan kakeknya itu, lalu kembali lagi membawa gelas dan garam sebagaimana yang diminta.

“Coba ambil segenggam garam, dan masukkan ke gelas itu,” kata Si Kakek.
“Setelah itu coba kau minum airnya sedikit.”
Pemuda itu pun melakukannya. Wajahnya kini meringis karena meminum air asin. “Bagaimana rasanya?” tanya si Kakek.
“Asin, dan perutku jadi mual,” jawab pemuda itu dengan wajah yang masih meringis. Si Kakek tertawa terkekeh-kekeh melihat wajah cucunya yang meringis keasinan.

“Sekarang kau ikut aku.” Si Kakek membawa cucunya ke danau di dekat tempat mereka. “Ambil garam yang tersisa, dan tebarkan ke danau.”
Pemuda itu menebarkan segenggam garam yang tersisa ke danau, tanpa bicara. Rasa asin di mulutnya belum hilang. Ia ingin meludahkan rasa asin dari mulutnya, tapi tak dilakukannya. Rasanya tak sopan meludah di hadapan kakek, begitu pikirnya.

“Sekarang, coba kau minum air danau itu,” kata si Kakek.
Pemuda itupun menangkupkan kedua tangannya, mengambil air danau,  lalu meneguknya. Ketika air danau yang dingin dan segar mengalir di tenggorokannya, si Kakek bertanya kepadanya, “Bagaimana rasanya?”
“Segar, segar sekali,” kata pemuda itu sambil mengelap bibirnya dengan punggung tangannya. Dan sudah pasti, air danau ini juga menghilangkan rasa asin yang tersisa di mulutnya.

“Terasakah rasa garam yang kau tebarkan tadi?”
“Tidak sama sekali,” kata pemuda itu sambil mengambil air dan meminumnya lagi. Si Kakek hanya tersenyum memperhatikannya, membiarkan cucunya itu meminum air danau sampai puas.

“Nak,” kata si Kakek setelah cucunya selesai minum.
“Segala masalah dalam hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang, tidak lebih. Begitulah hidup..kau masih muda dan perlu banyak makan garam kehidupan.”
“Semua orang mengalami masalah dalam hidupnya, dan merasakan asinnya penderitaan karena masalah tersebut. Namun yang membedakan adalah sangat bergantung dari besarnya hati yang menampungnya. Jadi, supaya kamu tidak merasa menderita, berhentilah jadi gelas, dan jadikan hatimu sebesar danau.”

Hikmah yang bisa kuambil,

Diibaratkan oleh sang Kakek bahwa garam adalah permasalahan hidup ini. Kita sebagai manusia tidak mungkin lepas dari namanya masalah. Tinggal bagaimana cara kita menyikapi masalah itu, itu yang lebih penting.

Nah, dari berbagai cara menyikapi masalah, mana yang kita pilih ?
Kamu mau menjadi gelas yang ketika masalah itu datang akan terasa sangat ‘Asin’ sekali. 
Atau kamu mau menjadi telaga dimana masalah itu menghampiri, kamu sama sekali tidak terpengaruh akan ancaman, penderitaan, makian, ocehan, pengkhianatan atau apapun itu hatimu tetap teguh, tegar, sabar dan menyegarkan (selalu positif).

Jadikan hatimu, pemikiranmu seluas telaga yang menyegarkan airnya, menyejukkan pandangan dan memberi ketenangan bagi sekitarmu. Meskipun kamu sedang dirundung banyak masalah, tak mengapapun jika kamu menjadi telaga itu.

Semangat pagi ! 🙂

Iklan

One thought on “JADIKAN HATI BAK TELAGA –

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s