Mengapa tidak menjadi ?

oni ok

Waiting – di Batam

Ada yang bilang….

“Susah mencari wanita sholeh jaman sekarang” – Lelaki
“Susah mencari lelaki sholeh jaman sekarang” – Wanita

Lalu kenapa kita sibuk mencari ? kenapa tidak menjadi ?

Itu ungkapan yang absolutly right menurut aku. hehe

Namun, karena untuk aku saat – saat ini sedang tidak terlalu tertarik tentang cinta, memang sedang tidak mencarinya. Masih fokus untuk tujuan-tujuan penting tahun ini dan tahun depan. Maka, aku mencoba persepsikan tentang kalimat terakhir diatas… Itu sedikit menggelitik bagiku.. 

Lalu kenapa kita sibuk mencari ? kenapa tidak menjadi ?

Coba pikir…
Lebih sulit mana, saat kamu mencari dan belum tentu cocok,
atau saat kamu sibuk memperbaiki diri menjadi pribadi berkualitas cemerlang dan di cari karena kualitas dirimu yang sangat baik  ??

Saat orang lain sibuk mencari dia yang tepat, sibukanlah dirimu untuk menjadi pribadi yang tepat agar di cari orang.

Sederhananya begini, saat kamu cari sosok yang ideal dan baik bagimu tentu kamu akan sangat perhatikan bagaimana sikap dia, cara bicaranya, penampilannya, perilakunya, kualitas pribadinya sampai kita faham benar jika dia yang ‘pas’ buat kamu. Nah ini tinggal kamu balik posisinya, bagaimana jika kamu menjadi orang yang diperhatikan itu.  

Orang yang menjadi pantas……
dicari karena kualitasnya,
dibayar mahal karena memang pantas dibayar mahal,
dimasukkan bersama orang-orang hebat agar kamu jadi semangat belajar, 
dihebatkan karena kesungguhanmu,
disayangi karena kebaikanmu,
dan, ditemukan oleh jodohmu sendiri yang kualitasnya setara denganmu.
tentu yang saat itu dirimu sudah menjadi lebih baik dari sebelumnya. 

Ada orang yang berpikiran bahwa bila kita tidak memikirkan untuk mencari pasangan maka kita tidak akan menemukannya. Layaknya bila kita tidak mencari uang bagaimana akan menemukannya.

Bukankah dalam hadits panjang riwayat Bukhori Nabi sudah menjelaskan, 

Kemudian diutus kepadanya seorang malaikat lalu ditiupkan padanya ruh dan dia diperintahkan untuk menetapkan empat perkara : menetapkan rizkinya, ajalnya, amalnya dan kecelakaan atau kebahagiaannya (termasuk jodoh).

Jodoh, rejeki sudah ditulis….hukum kepantasan pun juga.
kalo kamu orang baik, maka pasanganmu juga baik.
kalo kamu semangat bekerja, rejeki pun semangat menghampirimu.
kalo kualitasmu pantas di bayar mahal, pasti orang berebut bayar mahal padamu.

kalo kamu malas-malasan, pun rejeki juga bermalasan datang.

Jadi segala aspek pun.. berlaku..
kenapa kamu sibuk menuntuk ‘hak’ ?
yang kadang kewajiban saja masih banyak belum dikerjakan.
kenapa kamu tidak menjadi ‘orang yang punya kualitas dibayar mahal’ ?
maka pasti rejeki akan mencarimu.

Dan pada akhirnya kamulah yang dipilih karena memiliki kualitas diri yang patut untuk diperhitungkan.

Berjuanglah agar menjadi pantas, tak perlu lah payah mencarinya..
Apapun itu, nantinya akan menghampirimu.

Iklan

3 thoughts on “Mengapa tidak menjadi ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s