Sebuah Dorongan –

-okee

tak terbayang kalo di dorong dari belakang.

Memberikan dorongan kepada seseorang adalah baik.
Namun bisa jadi justru membahayakannya.

Barangkali dia sedang di tepian jurang nan dalam, akibat dorongan yang diberikan justru bisa jadi membuatnya kaget dan jatuh ke dalam jurang.

Lalu,
Jika sudah terlanjur jatuh, apakah kamu mau menolongnya? bertanggungjawab menyelamatkannya ?

Ada tempat bagi tiap sesuatu,
Tentu akan lebih bijak jika melihat dulu kondisinya sebelum kita beri dorongan yang baik.

Memang, hal baik harus juga dilakukan dengan cara yang baik. 
Jika tidak bisa jadi celah kesalahfahaman dan fitnah.

Berusaha Istiqomah –

WP_20151014_007

Tenyata, menjaga konsistensi itu memang sulit. Sudah sekian lama belum bisa nulis di blog tercinta ini. Bukan tiadanya bahan menulis, namun memang belum sempat menyempatkan diri untuk menuliskan the journey of my life.

Memang banyak kisah yang terjadi dan semuanya pun tak harus dituliskan.
Kita berbicara tentang konsistensi yaitu ketetapan, usaha terus menerus melakukan sesuatu, keteguhan dan banyak sekali makna dari kata konsisten. Dalam bahasa agama kita menyebutnya Istiqomah. Kira-kira seperti itulah..hehe

Memulai memang mudah, yang susah adalah istiqomah.
Aku pribadi berusaha ketika Allah tengah menunjukkan hal baik kepadaku, jalan baik yang harus kutempuh. Lalu langkah selanjutnya adalah istiqomah, menjaga agar diri ini terus menerus di lingkaran kebaikan, menjaga agar diri ini terus menerus teguh dalam menjalankan yang benar, menjaga diri ini agar terus menerus kuat hati di hadapan godaan duniawi.

Sulit, ya memang sulit.. Sebagaimana sulitnya menjaga sholat 5 waktu berjamaah di masjid di awal waktu secara terus-menerus. Namun bukan berarti kemudian kita pesimis.

Jalan menuju Allah itu tidak ada yang mudah, penuh ujian.
Jalan dimana Adam AS kelelahan, Nuh AS mengeluh, Ibrahim AS dilemparkan ke samudra api, Ismail AS dibentangkan untuk disembelih, Yusuf AS di cemplungkan sumur dijual sebagai budak dan dipenjara, Zakaria AS digergaji, Yahya dipenggal lehernya, Daud AS menangis luar biasa, Isa berjalan sendirian, dan Nabi Muhammad SAW mendapat kefakiran dan berbagai gangguan.

Maka memang pantas berbalas surga di akhirat nanti.
Lalu apakah kamu sebagai manusia biasa, hamba penuh salah dan suka lalai akan Tuhannya ini pantas menginginkan Surga sedang jalan yang ditempuh mau enaknya saja..?

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu”
(QS Fushilat :30)

Nikmat Allah itu banyak sekali tercurah kepadamu,
Senakal-nakalnya kamu… Lihatlah Allah tetap cinta sama kamu.
Nikmat mana lagi yang akan kamu dustakan.

Ketika ada gerakan hati kepada yang baik, segeralah sambut.
Lalu kita jaga konsistensinya, berusaha tetap istiqomah.

Sabarlah wahai diri, Surga itu tempatnya orang yang sabar di dunia.
Bersikaplah keras pada diri sendiri, dan lunak kepada orang lain.
Bukan sebaliknya.