Dunia itu sebagaimana persepsimu –

WP_20151028_013[1]

Maaf, bulan november ini seperti bulan Movember, artinya bukan bulan ‘move on’ tapi memang penuh sekali ‘move’ di bulan ini, sehingga susah sekali membagi waktu mau nulis di blog pribadi ini.. hehe alesan ajah

Begitu banyaknya kesibukan memang menyita waktu, tenaga, pikiran, bahkan materiil. Namun tiada salah jika memang hakikatnya semua itu ada saja pelajaran yang bisa di petik.

Dunia itu memang melenakan, ya membuat manusia terlena.
Seolah begitu enaknya menjadi orang kaya, menjadi bos, menjadi pemegang kekuasaan, yang hingga manusia lupa diri karena dia begitu sibuknya mencari tujuan mimpinya di dunia itu.

Ujungnya adalah lelah, ya melelahkan. Capek ngejar dunia itu, belum tentu juga kebahagiaan hati di dapat. 

Dunia itu sebagaimana persepsimu,
Ketika kau persepsikan dunia sebagai wasilah, jalan perantara untuk kebaikan di dunia dan di akhirat tentu ada 2 poin di dapat. Pahala dan Dunia.

Ketika kau persepsikan dunia adalah tempatmu berjuang untuk kehidupan duniamu saja, jelas sekali memang hanya dunia saja yang kamu dapat, pahala tentu tidak dapat. 

Ketika kau persepsikan hidupmu melelahkan, penuh kecewa dan derita. Ya sudah barang tentu sakit hati, kesedihan, pesimistis yang kamu dapat. Akhirnya duniamu terasa berat kamu jalani.

Ketika kau persepsikan hidupmu adalah anugrah, kamu syukuri sebagaimana adanya, lebih fokus kepada yang membuatmu optimis. Sudah pasti akan bahagia adanya hidupmu, dimudahkan jalan hidupmu, seandainya ada masalah pelikpun akan tetap sabar dan pandai mengambil hikmahnya.

Sebenarnya simple, toh semua sudah ada yang mengatur, Tuhan, Allah.
Manusia tinggal menjalani saja, agama adalah kacamata bagi kamu agar kamu bisa melihat dengan jelas sebenarnya kenapa sih kita hidup di dunia ini, kacamata agar kamu bisa melihat jelas bahwa apapun yang kamu hadapi di dunia ini selalu ada baiknya buatmu walaupun kamu tidak suka, kacamata agar kamu bisa faham hidup tidak hanya sekedar hidup. 

Nah, ketika kamu tak mampu melihat dengan jelas jalan hidupmu, semruwet, menyedihkan. Mungkin saja tidak sedang kamu pakai kacamata itu.

Dunia itu sebagaimana persepsimu,
Maka persepsikan yang baik agar hidupmu membaik dengan penuh kesyukuran. Hidup itu tidak sekedar hidup kawan…

Iklan

Teruslah Berjuang

Kegagalan yang membuat kita terus bekerja dengan sabar untuk mencari peluang dan berharap kemenangan, jauh lebih mulia ketimbang kemenangan yang membuat kita sombong dan menghentikan langkah.

Percayalah, bahwa hasil takkan pernah mengkhianati proses.

Boleh jadi, kegagalan itu adalah cara Allah agar kita terus berada dalam kebaikan dan kembali bergantung hanya pada-Nya.

Jangan menyerah, Jangan mudah puas, teruslah berjuang..
Hingga lelah pun bosan mengejarmu..
Tau-tau hasil baik menghampirimu.

Allah selalu lebih tau akan hamba-Nya.

UNTUK APA ?

WP_20151030_010

just keep walking – [at Villa de Bintan]

Untuk apa kamu susah payah menjelaskan sesuatu kepada seseorang. 
Menyedihkan memang…

Bisa jadi orang lain itu tidak butuh sama sekali akan penjelasan, bahkan orang yang percaya dengan kita pun.
Apalagi yang tidak percaya denganmu… Dijelaskan atau tidak tetap akan sebelah mata memandangmu.

Untuk apa juga kamu berharap balas akan seseorang, perbuatan baikmu di balas kekecewaan, niat membantu malah terjebak, chat BBM hanya di ‘R’ dan tak di balas, tidak ada yang ‘like’ status, viewer sedikit lalu galau selangit.

Sedang boleh jadi seseorang yang kamu harap balasan darinya itu tengah asyik main sendiri dengan kawannya, dengan kegiatannya. Dia tetap acuhkanmu.. 

Untuk apa… ?

Lebih baik, kamu siapkan potensi diri, sibuk fokus pada hal yang baik untukmu, bahagiakan orang tuamu, berikan kebanggaan pada adik kakakmu, berkumpulah dengan orang baik, dan masih banyak hal lain.

Kamu harus faham,
Waktu itu sangat singkat dan sama tak pedulinya padamu.
Kamu mau sedih, bahagia, jatuh, bangkit, waktu takkan pernah menunggumu, ia akan terus berjalan sebagaimana adanya. 

Waktu itu berharga, jangan kamu habiskan percuma.

Jadi, Untuk apaa.. ?
Apa kamu akan tetap diam, bergalau ria, atau lakukan sesuatu, ambil alih situasi..?

Luruskan hatimu, berharaplah pada yang tak pernah mengecewakanmu.
Allah Tuhanmu, Dia sangat mencintaimu, Dia akan sangat cemburu jika hatimu bergantung bukan padaNya saja.

Kembali jadilah diri sendiri, berteguh hati hanya padaNya.
Kalau bukan sekarang, kapan lagi..

Be Awesome..!