BERJODOH

yato (4)

Buat saya, jodoh adalah semacam pertemuan takdir. Waktu yang memaksa dua orang untuk bertemu dengan alasan-alasan yang selalu penuh kejutan dan rahasia, untuk saling menggenapkan dalam sedih maupun bahagia.

Di sana, barangkali jodoh bukan semacam pertanyaan, tetapi jawaban: Semacam alasan untuk cinta yang kukuh dan keras kepala. Cinta yang meskipun dipenuhi banyak pertengkaran dan ketidakcocokan, harganya tak mungkin sebanding dengan dunia dan seisinya. Cinta yang entah bagaimana memberitahumu, sejak pertemuan pertama dengannya, tak mungkin melepasnya pergi… Cinta yang selalu membuatmu gugup, yang membuatmu sulit berkata-kata untuk menjelaskan semuanya, bahwa kamu mencintainya dan hanya ingin bersamanya.

Jika demikian, mungkin kita tak perlu peduli lagi pada pertanyaan-pertanyaan tentang jodoh. Sebab dengan atau tanpa pertanyaan itu, memang akan ada seseorang yang bisa membuat hatimu hangat—meski hujan tak berhenti sejak pagi. Akan ada seseorang yang membuatmu merasa baik-baik saja, meski kamu baru saja melakukan kesalahan paling memalukan. Akan ada seseorang yang entah bagaimana kamu tahu, bahwa dia memang jodohmu…

Tentu saja, tidak mudah untuk sampai pada pikiran dan perasaan semacam itu. Semua orang selalu butuh persiapan. Bahkan, kadang-kadang ada orang yang butuh semacam ‘pengalih perhatian’ sebelum bertemu dengan jodohnya yang sesungguhnya… Jodoh yang ketika kamu duduk bersama dengannya akan membuat pikiranmu tahu bahwa semua impian bisa dicapai, bahwa cinta bisa dipercaya, dan bahwa hidup memang lebih indah jika ada seseorang yang menemani kita untuk menjalani semuanya.

Tapi… Bagaimana cara menemukannya? Bagaimana cara sampai pada pikiran, perasaan, dan keyakinan semacam itu?

Mungkin kita perlu waktu…

FAHD PAHDEPIE
Penulis novel ‘Jodoh’ (Bentang Pustaka, 2015).

Kesendirian itu…

WP_20150226_072

waiting….

Semangat pagi hai pejuang yang sendirian…haha

Kadang kamu benci ketika sedang merasa dalam kesendirian, menyedihkan ya rasanya. Melihat keadaan sudah semakin berubah tak lagi seperti yang dulu. Kamu merasa kawan-kawan satu persatu telah pergi darimu meneruskan hidupnya masing-masing, mereka bahagia dengan kehidupannya, pasangannya, pekerjaannya. Sedang kamu entah apa yang ada dipikiran, hanya sebatas mimpi yang tak kunjung jadi kenyataan.

Sadari saja kawan, bahwa setiap orang akan melewati masa ini. Ini adalah proses pendewasaan bagi kamu, ini wajar kawan. Percayalah ini takkan lama, kelak akan tiba saatnya kamu bangun, kamu menjadi kuat, kamu menjadi semangat untuk segera melakukan aksi membuat mimpi menjadi nyata, dan… kamu pun aslinya tidak sendirian.

Berusahalah menikmati, mensyukuri, mengambil hikmah yang terserak, bertahanlan, ini bukan akhir dari segalanya.

Sebenarnya, dalam kesendirian itu kamu bisa lebih menggali potensi diri lebih dalam. Ini saatnya kamu mengenal lebih dalam siapa dirimu sebenarnya. Saatnya untuk mengeksplorasi lebih dalam tentang kamu. Ingatlah mimpi yang telah kamu tulis, cita-cita yang telah kamu gantung, inilah kesempatanmu. Make it real. Ini tentang kamu dan mau jadi apa kamu nanti.

Ah, mudah sekali bicara, memang nyatanya berat untuk dilaksanakan kawan. Tapi inilah tantangannya, segera lakukan aksi, jaga konsistensi. Percayalah pada dirimu sendiri, kamu pasti mampu mengalahkan egomu, kemalasanmu, perlahan-lahan namun pasti. Bersabarlah hanya soal waktu, jagalah konsistensimu. Tau-tau kamu akan terkejut melihat perubahanmu. 

Just Do it, Lakukan saja apa yang ingin kamu lakukan. Selagi kamu dalam masa sendiri, bukankah lebih leluasa kamu melakukan, ini kebebasanmu. Kamu masih muda, tak ada keterikatan apapun, kecuali tanggungjawab pribadimu sebagai manusia yang layak bahagia, berilah kebanggaan kepada mereka yang kamu sayangi. Tantangan ini akan buatmu jadi dewasa dan berprinsip. Kamu punya kuasa penuh atas waktumu sekarang.

Berjuanglah, meski kamu sedang dalam kesendirian. Karena ini hidupmu, ini kesempatanmu, kamu bisa mengenali lebih dalam dirimu, kamu bisa belajar menghargai dirimu sendiri dan orang lain.

Kesendirian itu bukan alasan, bukan juga halangan untuk jadi anak muda yang hebat. Pakailah ‘kaca mata’ positifmu, persepsi yang baik, yang positif akan membawamu menjadi pribadi yang rendah hati, penuh syukur. Stop Complaining, Jadilah dirimu sendiri dan saatnya pancarkan sinarmu untuk duniamu. Dan tanpa kamu sadari, akan datang saatnya kamu tak sendiri lagi.

#obrolan diri, subuh tadi.