Sudah sebaik apa kamu jadi anak ?

IMG-20160227-WA0001

Suatu hari yang lalu, ayah dari sahabatku meninggal dunia tanpa di duga. Memang beliau sudah di vonis kanker stadium akhir. Namun ternyata bukan itu yang menjadi sebab kematiannya tapi karena serangan jantungnya ketika di kamar mandi tengah malam.

Kematian itu bisa dimana saja, kapan saja, dengan cara apa saja. Wallahu’alam.

Sebelumnya sang ayah dari sahabatku telah berpesan kepada sahabatku, “Nak! doakan papa banyak banyak yah, nanti kamu yang jadi imam nyolatin papa.” “Siap pah,..beres..”

Waktu itu sang anak, tidak tahu sama sekali, tidak terlintas kalo itu masa hidup ayahnya yang mau bertemu ajal. Sahabatku ini berkata padaku, ” Waktu itu nik (sapaanku), aku ga mikir macem macem, ya sebagai anak ya tentulah doain papahnya, tapi ternyata itu salah satu kalimat terakhir yang aku dengar dari papah….”

Pada akhirnya dialah yang menjadi imam mensholatkan papanya. Di saat itulah dia menyadari sesuatu. “Nik, abis mensholati jenazah papah, aku baru sadar… Inilah kenapa papa keras waktu aku masih kecil disuruh belajar Ngaji, tapi aku justru malah suka keluar masjid kabur bermain saat ustadz lagi ngajar. Dah terlanjur gede gini, dah lupa pula pelajaran waktu ngaji dulu baru sadar pentingnya mendoakan orang tua. Nanti kalo aku mati siapa lagi yang doain aku kalo bukan anak anaku.”

Aku terdiam, terbayang wajah ibu bapak yang selama ini merawatku, mendidiku, membesarkan aku. Betapa besar pengorbanan mereka.

Betapa kita terlena, merasa lebih bangga jika adik-adik, anak-anak kita mampu bahasa inggris dengan baik, meraih ranking terbaik di kelasnya, juara olimpiade dan lain sebagainya. Tapi kita lupa, kita lupa… Apakah kita sudah mendidik mereka untuk menjadi baik agamanya, untuk menjadi anak-anak yang mampu mendoakan kita nanti kalo sudah tiada. Betapa lucunya jika saat kita meninggal nanti anak kita tak bisa jadi imam untuk mensholati kita, harus panggil orang untuk mendoakan kita karena anak kita tak bisa berdoa untuk kita. Lalu kemana kita waktu masih hidup ? 

Jangan sampe anak-anak kita menjadi ‘generasi amin’, generasi yang bisanya meng’amin’kan tanpa bisa berdoa karena kesalahan kita tidak mendidik anak kita belajar tentang agama.

Tanyakan pada diri sendiri, 
Sudah sebaik apa kamu jadi anak kepada orangtuamu ?
Sudah sebanyak apa kasihmu, doamu, kepada orangtuamu ?
Apakah orangtuamu bahagia denganmu ?

Sudahkah anakmu kamu ajarkan pendidikan tentang agama ?
Mau kamu jadikan apa anakmu nanti ?

Anak tidak akan jauh berbeda dengan orangtuanya,
Semakin kamu berbakti kepada orangtuamu sekarang, mudah-mudahan anakmu juga akan sama baktinya kepadamu. Aamiin.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s