Adalah saya akan tidak ikut aksi 212 ?

15284096_1554073034606779_1222117563198816208_n

Direpost dan dishare berkali-kali.
Dibaca pelan.
Merinding.
Subhanallah.
Ditulis oleh alumni ITB 93.

Cerita Inspiratif buat kita2 yg merasa sudah ‘cukup’ beragama….

Adalah saya akan tak ikut lagi aksi 212 ???

Saya anggap dunia adalah soal bagaimana hidup dan cari kehidupan.. bagaimana menikmati dan lebih baik dari manusia lain, bagaimana bisa punya status baik, dihargai dengan apa yg dipunya dan sedikit jalan2 menikmati dunia..

Saya anggap orang yg maju dalam agama itu adalah yang berfikiran luas dan penuh toleransi, saya anggap tak perlulah terlalu fanatis akan sesuatu, tak perlu reaktif akan sesuatu, keep calm, be cool… Janganlah sesekali dan ikut2an jadi orang norak… ikut kelompok jingkrang2 dan entah apalah itu namanya..

Saya tak ikut aksi bela agama ini itu kalian jangan usil, jangan dengan kalian ikut saya tidak, artinya kalian masuk syurga saya tidak!, Saya ini beragama lho, saya ikut berpuasa, saya bersedekah dan beramal..Saya bantu orang2, bantu saudara2 saya juga,, jgn kalian tanya2 soal peran saya ke lingkungan, kalian lihat orang2 respek pada saya, temanpun aku banyak…tiap kotak sumbangan aku isi..

Saya masih heran, apa sih salah seorang ahok? Dia sdh bantu banyak orang, dia memang rada kasar tapi hatinya baik kok, saya hargai apa yang sudah dia buat bagi jakarta… Saya anggap aksi ini itu hanya soal politis karena kebetulan ada pilkada,, saya tak mau terbawa2 arus seperti teman2 kantor yg tiba2 juga mau ikut aksi, saya anggap itu berlebihan dan terlalu cari2 sensasi… paling juga mau selfie2..

Sampai satu saat….

sore ini dalam gerimis saat saya ada di jalan, dalam mobil menuju tempat miting, dalam alunan musik barat saya berpapasan dengan rombongan pejalan kaki, saya melambat, mereka berjalan tertib, barisannya panjang sekali, pakai baju putih2, rompi hitam dan hanya beralas sendal,, muka mereka letih, tapi nyata kelihatan tidak ada paksaan sama sekali di wajah2 itu.. mereka tetap berjalan teratur, memberi jalan ke kendaraan yg mau melintas, tidak ada yang teriak, berlaku arogan dan aneh2 atau bawa aura mirip rombongan pengantar jenazah yg ugal2an…. Ini aneh, biasanya kalau sdh bertemu orang ramai2 di jalan aromanya kita sudah paranoid, suasana panas dan penuh tanda tanya negatif…. Sore ini, di jalan aku merasa ada kedamaian yang kulihat dan kurasa melihat wajah2 dan baju putih mereka yg basah terkena gerimis,…

Papasan berlalu, aku setel radio lain…ada berita,, rombongan peserta aksi jalan kaki dari ciamis dan kota2 lain sudah memasuki kota, ada nama jalan yg mrk lalui… Aku sambungkan semua informasi, ternyata yang aku berpapasan tadi adalah rombongan itu… Aku tertegun…

Lama aku diam ,, otakku serasa terkunci, analisaku soal bagaimana orang beragama sibuk sekali mencari alasan, tak kutemukan apa pun yg sesuai dengan pemikiranku, apa yg membuat mereka rela melakukan itu semua?? Apa kira2?.. aku makin sibuk berfikir…. Apa menurutku mereka itu berlebihan? Rasanya tidak, aku melihat sendiri muka2 ikhlas itu…. Apa mereka ada tujuan2 politik? Aku rasa tidak, kebanyakan orang sekarang memcapai tujuan bukan dengan cara2 itu…. Apakah orang2 dgn tujuan politik yang gerakkan mereka itu?.. aku hitung2, dari informasi akan ada jutaan peserta aksi,, berapa biaya yg harus dikeluarkan untuk itu kalau ini tujuan kelompok tertentu… Angkanya fantastis, rasanya mustahil ada yg mau ongkosi krn nilainya sangatlah besar….

Aku dalam berfikir, dalam mobil, masih dalam gerimis kembali berpapasan dengan kelompok lain, berbaju putih juga, basah kuyup juga… Terlihat di pinggir2 jalan anak2 sekolah membagikan minuman air mineral ukuran gelas, sedikit kue2 warung ke mereka, sepertinya itu dr uang jajan mereka yg tak seberapa…. Aku terdiam makin dalam… Ya Allah….kenapa aku begitu buruk berfikir selama ini??? Kenapa hanya hal2jelek yang mau aku lihat tentang agamaku… Kenapa dengan cara pandangku soal agamaku??

Aku mampir ke masjid, mau sholat ashar…aku lihat sendal2 jepit lusuh banyak sekali berbaris…aku ambil wudhu…

Kembali, di teras, kali ini aku bertemu rombongan tadi, mungkin yang tercecer,, muka mereka lelah sekali, mereka duduk,, ada yg minum, ada yg rebahan, dan lebih banyak yg lagi baca Quran… Hmmm

Aku sholat sendiri,, tak lama punggungku dicolek dr belakang, tanda minta aku jd imam, aku cium aroma tubuh2 dan baju basah dari belakang…. Aku takbir sujud,, ada lagi yang mencolek,. Nahh….Kali ini hatiku yang dicolek, entah kenapa… hatiku bergetar sekali, aku sujud cukup lama, mereka juga diam… Aku bangkit duduk,, aku tak sadar ada air bening mengalir dari sudut mataku…. Ya Allah… Aku tak pantas jadi imam mereka,. Aku belum sehebat, setulus dan seteguh mereka…. Bagiku agama hanya hal2 manis, tentang hidup indah, tentang toleransi, humanis, pluralis, penuh gaya , in style ..bla bla bla,… Walau ada hinaan ke agamaku aku harus ttp elegan, berfikiran terbuka… Kenapa Kau pertemukan mereka dan aku hari ini ya Allah, kenapa aku Kau jadikan aku imam sholat mereka?? Apa yang hendak Kau sampaikan secara pribadi ke aku??….

Hanya 3 rakaat aku imami mereka,, hatiku luluh ya Allah…. mataku merah nahan haru… Mereka colek lagi punggungku, ada anak kecil usia belasan cium tanganku, mukanya kuyu tapi tetap senyum.. agak malu2 aku peluk dia, dadaku bergetar tercium bau keringatnya, dan itu tak bau sama sekali… Ini bisa jadi dia anakku juga,. Apa yg telah kuajarkan anakku soal islam? Apakah dia levelnya sekelas anak kecil ini?? Gerimis saja aku suruh anakku berteduh… dia demam sedikit aku panik… Aku nangis dalam hati…. di baju putihnya ada tulisan nama sekolah,. smp ciamis… Ratusan kilo dari sini…. kakinnya bengkak karena berjalan sejak dari rumah, dia cerita bapaknya tak bs ikut krn sakit dan hanya hidup dr membecak, bapaknya mau bawa becak ke jakarta bantu nanti kalau ada yg capek, tapi dia larang… Aku dipermalukan berulang2 di masjid ini… Aku sudah tak kuat ya Allah… Mereka bangkit, ambil tas2 dan kresek putih dr sudut masjid, kembali berjalan, meninggalkan aku sendirian di masjid,, rasa2nya melihat punggung2 putih itu hipang dr pagar masjid aku seperti sudah ditinggal mereka yg menuju syurga… Kali ini aku yg norak,, aku sujud, lalu aku sholat sunat dua rakaat,, air mataku keluar lagi…. kali ini cukup banyak, untung lagi sendirian..

Sudah jam 5an,, lama aku di masjid, serasa terkunci tubuhku di sini…miting dgn klien sptnya batal… aku mikir lagi soal ke islamanku, soal komitmenku ke Allah, Allah yg telah ciptakan aku, yg memberi ibu bapakku rejeki, sampai aku dewasa dan bangga seperti hari ini…. dimana posisi pembelaanku ke agamaku hari ini??? Ada dimana? Imanku sudah aku buat nyasar di mana?…

Aku naik ke mobil, aku mikir lagi,. Kali ini tanpa rasa curiga, kurasa ada sumbat besar yg telah lepas dalam benakku selama ini… Ada satu kata,. Sederhana sekali tanpa bumbu2… Ikhlas dalam bela agama itu memamg nyata ada…

Aku mampir di minimarket,, kali ini juga makin ikhlas, makin mantap… Aku beli beberapa dus air mineral, makanan kering, isi dompet aku habiskan penuh emosional…. Ini kebangganku yg pertama dalam hidup saat beramal, aku bahagia sekali… Ya Allah ijinkan aku kembali ke jalanMu yang lurus, yg lapang, penuh kepasrahan dan kebersihan hati….

Ya Allah ijinkan aku besok ikut Shalat jumat dan berdoa bersama saudara2ku yang sebenarnya,. Orang2 yang sangat ikhlas membela Mu… Besok, tak ada jarak mereka denganMu ya Allah… Aku juga mau begitu, ada di antara mereka, anak kecil yg basah kuyup hari ini….tak ada penggargaan dr manusia yg kuharap, hanya ingin Kau terima sujudku… Mohon Kau terima dengan sangat… Bismilahirahmanirahiim….

(1 Desember 2016 , Ditjeriteratakan oleh Joni A Koto, Arsitek, Urban planner.. alumni ITB 93)

Iklan

10 thoughts on “Adalah saya akan tidak ikut aksi 212 ?

  1. 😭😭😭
    mas Fathony…Cinta haru sekali. Cinta td lihat acaranya di Breaking News di iNews TV, lgkap sekali bgaimana kjadian dsana disiarkan, dr pagi sampai selesai..Cinta haru sekali mas, adek, ayah, ibu, Cinta ikut2an nangis smua di dpn TV.
    Cinta ga bs ikut, cm doa yg bs kami berikan utk mereka para pendemo, semoga Allah berikan balasan yg terbaik, smga demo td lancar, damai, ga ada perusuh2 aamiin. Alhamdulillah doa kami dikabulkan, lega rasanya, lega sekali 😭

    Disukai oleh 1 orang

      1. Selanjutnya… tinggal gimana kita menjaga Qur’an dengan terus membaca, mentadabburi, menghafalkan dan mengamalkannya di kehidupan sehari hari…. boleh bangga dengan aksi namun jangan sampe kita sendiri sebagai umat islam tak sadar meremehkan Qur’an dengan mengabaikannya di lemari atau rak buku…

        Disukai oleh 1 orang

      2. aamiin, Insya Allah mas.
        Jadi inget pesen ayah Cinta mas, tiap kali Cinta ditlp pasti ditanya, berapa bulan Cinta bisa khatam? Cinta cuma diem aja nggak pernah jwb mas. Cuma jwb, insya Allah setiap hari dibaca koq yah, meskipun sdikit heeee

        Suka

  2. Nangis.. terharu baca ini 😦
    Ga ikutan juga di aksi ini, cuma bisa ikut berdoa..
    Semoga kita tetep jadi orang ikhlas dan mau berkorban demi agama :’)

    Salam kenal mas 🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s