Gajah dan si Buta

WP_20161229_14_12_32_Pro

Dalam berlogika, berfikir, apalagi menyimpulkan tentang segala sesuatu.
Berhati-hatilah. 

Kalo ga punya wawasan atau referensi yang luas, bisa jadi yang kamu pegang rupanya belalai gajah. Kamu pikir itu ular.

Terutama soal Agama.

Masih ingat tentang kisah Gajah dan si Buta, aku cuma sekedar meringkasnya.
Ada 6 orang buta yang ingin sekali menyentuh gajah, pengen tahu gajah itu seperti apa. Terjadilah percakapan.

Si buta 1 : “Ternyata gajah itu keras, panjang dan runcing!”
(rupanya gading yang ia pegang)

Si buta 2 : “Bukan, gajah itu panjang seperti ular!”
(Itu kan belalai)

Si buta 3 : “Gajah tidak mirip ular, melainkan seperti sebuah kipas raksasa.”
(ini telinga gajah yaa)

Si buta 4 : “Kalian semua salah! Gajah itu ya mirip sebuah pilar besar.”
(ternyata kaki gajah)

Si buta 5 : “Gajah itu mirip seperti sebuah dinding besar.”
(badan gajah memang besar)

Si buta 6 : “Gajah bentuknya seperti seutas tali, kok. Mirip cambuk.”
(itu ekor gajah)

 

Memang ga salah, tapi bisa jadi malah menyesatkan.
Karena, sebanyak-banyak yang kita ketahui, lebih banyak yang tidak kita ketahui.

Masa Lalu dan Masa Depan

P_20161229_052230

Bahkan, setiap mentari terbit pertanda hari yang baru.

 

“Setiap orang suci punya masa lalu, setiap pendosa punya masa depan”
– Oscar Wilde –

Tak perlu panjang aku bercerita,
Kau tahu, terkadang justru orang yang memiliki masa lalu terburuk pun bisa menjadi orang yang terbaik di masa depan. Siapa tak kenal para sahabat Nabi yang dulu sebelum kenal Islam begitu jahilnya mereka, namun lihat setelah mengenal Islam. Boleh jadi kita yang Islam dari lahir tak akan bisa menjadi sehebat mereka sampai dijamin surga.

Kau tahu, terkadang justru orang yang baru saja mengenal hidayah, baru mengenal kebaikan pun bisa menjadi lebih hebat semangatnya dalam berhijrah. Tak seperti kita yang dari lahir kenal tuntunan tapi hanya sebatas tahu, malas dalam pengamalan.

Kau tahu, bahkan Nabi pernah menceritakan ada seorang yang catatan amalnya seperti penghuni neraka, hingga kurang sejengkal ia masuk neraka. Namun karena takdir pada akhirnya dia berbuat baik lalu masuklah surga. Sebaliknya ada seorang yang catatan amalnya seperti penghuni surga, bahkan kurang sejengkal dia bisa masuk surga. Namun karena takdir akhirnya dia berbuat maksiat lalu masuklah ke neraka.

Kau tahu, sekelam apapun masa lalu seseorang, masa depannya masih sangat suci. Takkan pernah kau bisa menilai seseorang atas dasar masa lalu secara mutlak. Namun lihat bagaimana akhir hidupnya, boleh jadi kau akan terperangah.

Kau tahu, setiap insan berhak menjadi baik, tidak seperti kamu yang sudah merasa baik padahal aslinya penuh munafik.

Dan akupun belum tentu sebaik yang terlihat, boleh jadi terburuk di mata Allah.
Maka, manusia jangan jadi Tuhan yang bisa menjustifikasi hati orang.
Tetaplah baik, tetaplah santun, tetaplah pandai melihat kedalam sebelum bicara.

 

 

 

Orang Baik ?

 

photo_2017-05-19_14-29-25

Catatan dari salah seorang Guru kami…

SUDAHKAH KITA MENJADI ORANG BAIK?

Mengapa Orang Baik lebih sering tersakiti..?

Sahabatku..
Karena orang baik selalu mendahulukan orang lain.
Dalam ruang kebahagiaannya, Ia tak menyediakan untuk dirinya sendiri,
Kecuali hanya sedikit.

MENGAPA ORANG BAIK TETAP TERTIPU..??
Karena orang baik selalu memandang orang lain dengan tulus seperti dirinya.
Ia tak menyisakan sedikipun prasangka bahwa orang yang ia pandang penyayang mampu mengkhianatinya.

MENGAPA ORANG BAIK ACAAP DINISTA..??
Karena orang baik tak pernah diberi kesempatan membela dirinya.
Ia hanya harus menerima, meski bukan dia yang memulai perkara.

MENGAPA ORANG BAIK SERING MENETESKAN AIR MATA..??
Karena orang baik tak ingin membagi kesedihannya.
Ia terbiasa mengobati sendiri lukanya, dan percaya bahwa suatu masa ALLAH akan menggantikan kesedihannya dengan kebahagiaan.

NAMUN ORANG BAIK TAK PERNAH MEMBENCI YANG MELUKAINYA.
Karena orang baik selalu memandang bahwa di atas semua, ALLAH lah hakikatnya.
Jika ALLAH menggiringnya, Bagaimana ia akan mendebat kehendak-Nya.
Itu sebabnya orang baik tak memiliki almari dendam dalam kalbunya.

Jika kau buka laci-laci di hatinya,
Akan kau temukan hanya cinta dan kasih sayang yang dimilikinya.
Semoga kita menjadi orang baik untuk sekarang dan selamanya.