Gajah dan si Buta

WP_20161229_14_12_32_Pro

Dalam berlogika, berfikir, apalagi menyimpulkan tentang segala sesuatu.
Berhati-hatilah. 

Kalo ga punya wawasan atau referensi yang luas, bisa jadi yang kamu pegang rupanya belalai gajah. Kamu pikir itu ular.

Terutama soal Agama.

Masih ingat tentang kisah Gajah dan si Buta, aku cuma sekedar meringkasnya.
Ada 6 orang buta yang ingin sekali menyentuh gajah, pengen tahu gajah itu seperti apa. Terjadilah percakapan.

Si buta 1 : “Ternyata gajah itu keras, panjang dan runcing!”
(rupanya gading yang ia pegang)

Si buta 2 : “Bukan, gajah itu panjang seperti ular!”
(Itu kan belalai)

Si buta 3 : “Gajah tidak mirip ular, melainkan seperti sebuah kipas raksasa.”
(ini telinga gajah yaa)

Si buta 4 : “Kalian semua salah! Gajah itu ya mirip sebuah pilar besar.”
(ternyata kaki gajah)

Si buta 5 : “Gajah itu mirip seperti sebuah dinding besar.”
(badan gajah memang besar)

Si buta 6 : “Gajah bentuknya seperti seutas tali, kok. Mirip cambuk.”
(itu ekor gajah)

 

Memang ga salah, tapi bisa jadi malah menyesatkan.
Karena, sebanyak-banyak yang kita ketahui, lebih banyak yang tidak kita ketahui.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s