TAPI SAYANG……

yy

 

“Tapi sayang tamanmu itu gersang, ladangmu itu tandus. Tanaman yang engkau tanam tidak akan panen di akherat kelak”

“Mengapa seperti itu Syeikh?”, tanyaku terkaget

“Yang engkau tanam di dunia itu adalah tanah gersang, tanah yang tandus, bukan tanah yang subur, sehingga tanaman yang kau engkau tanam itu sia-sia tidak berbuah apapun”

“Lantas yang dimaksud tanah yang tandus itu apa wahai Syeikh?”

“Kau tahu bahwa hatimu adalah ladang, ladang untuk menanam bibit kebaikan, tapi sayang ketika kamu menanam bibit kebaikan itu, pada saat kamu menanam itu, hatimu jahat.
Suka menggunjing orang lain, suka merendahkan orang lain, suka meremehkan orang lain, selalu merasa benar dan suka menfitnah orang lain, dan suka mengadu domba orang lain.
Maka pada saat itu bibit-bibit kebaikanmu tidak tumbuh, bibit-bibit surgamu itu mati karena saat itulah akan terhapus amal-amalmu”

“Dan tanaman yang engkau tanam itu ada penyakit ujubnya”

“Dimana ujub itu wahai Syeikh?”

“Ketika kamu menjadi ustadz/kyai bangga. Kamu menjadi orang baik bangga, kamu dihormati banyak orang bangga, maka banggamu itulah yang menghapus semua amalmu yang kau tanam saat itu juga”..

Tiba-tiba aku merasa nasehat ini ditujukan untukku. Tapi aku bukan ulama, bukan pula orang yg punya jabatan lagi harta.
Aku hanya orang biasa…

Astaghfirullah….

Ajarkanlah Al Qur’an

Amizarra

image

Urgensi mengajarkan Al Qur’an:
1. Kesiapan mengajarkan Al Qur’an adalah bukti kecintaan terhadap Al Qur’an
2. Mengajarkan Al Qur’an akan memicu pertolongan Allah
3. Mengajarkan Al Qur’an merupakan kerja dakwah yang sangat mulia
4. Mengajarkan Al Qur’an sangat bermanfaat dalam menjaga hafalan sampai masa tua

Kepada para penghafal Al Qur’an hendaklah memahami kegiatan mengajar Al Qur’an sebagai kegiatan panggilan ruhani dan imani, sebelum panggilan-panggilan yang lain. Tanpa dasar ini, kita akan mudah menjadi lemah hanya karena suatu kondisi sekecil apapun. Pengajar Al Qur’an harus tegar menghadapi kecilnya apresiasi masyarakat dan berbagai macam tantangan yang lain. Kembalikan semua tantangan itu kepada Allah, jangan kepada makhluk. Sambil berusaha mengatasinya dan siap untuk tidak menyerah.

Menjadi pengajar Al Qur’an sebenarnya bukan pilihan diri kita, karena secara logika, diri manusia mana yang tertarik untuk mengajarkan Al-Qur’an dengan segala imbalan yang diterima oleh manusia. Jadi, sesungguhnya mengajarkan Al Qur’an adalah pilihan Allah untuk diri kita…

Lihat pos aslinya 65 kata lagi

Sabarlah, tidak akan rugi.

oni-vihara

Memang tidak pernah merugi orang yang bersabar.
Bagaimana tidak, karena jika sudah bersama Tuhannya, sekuat apalagi yang mampu merugikannya..

Memang bukan berarti pasrah, tapi justru itulah keteguhan jiwa.
Memang bukan berarti menyerah, tapi justru itulah perjuangan.
Memang bukan berarti lemah, tapi justru itulah sumber kekuatan.
Karena memang sabar adalah amunisi terbaik kehidupan.

Memang tidak menjanjikan sesuatu pada akhirnya nanti, tapi selalu ada ketentraman hati dan harapan indah hingga waktunya tiba.

Mudah-mudahan jadi lebih baik.

Mengalahlah, kamu akan bahagia.

29

 

Mengalah….
Ya benar, mengalahlah.
Maka mudah mudahan hatimu semakin lapang.

Jangan habiskan tenaga untuk hal yang ‘nyusahin’ hati.. Mengalahlah..
Jangan suka ingin menjadi pemenang dalam berdebat jika sama sama emosi.
Mengalahlah.

Ada orang berdebat sengit istri, mungkin suami menang dalam bicara,
tapi istri terluka hatinya.

Ada suami dimarah istri, mungkin suami diam, tapi males pulang jadinya.

Ada anak muda tak mau kalah sama orang yang lebih tua, mungkin si anak muda menang bicaranya tapi orang tua itu robek hati dalam diamnya.

Ada kawan ngobrol sepele jadi berdebat, merasa hebat dan paling benar, mungkin menang tapi kawan males dekat dengan kamu lagi.

Ada penjual geram marah dengan pembeli yang nawarnya keterlaluan, mungkin penjual menang tapi pembeli kapok beli lagi disitu.

Jadi apa untungnya aku, kamu, kita ini bersikap keras, kasar dan mau menangnya sendiri.

Mengalahlah….
Demi kebaikan bersama, 
Demi kemaslahatan bersama,
Kembalikan keburukan, kepahitan dengan yang lebih baik.

Pernah lihat anak kecil berdua, rupanya kakak beradik. Berantem mereka berebut mainan lalu akhirnya si adek mengalah, “Buat kakak aja deh, adek ga papa”
Pasti kita kagum jadinya sama adek yang mengalah ini. Akhirnya bapaknya pun beri hadiah kepada sang adek.

Mengalahlah, ada kelapangan hati disitu yang membuat hatimu lembut penuh cinta.
Mengalahlah, untuk sesuatu yang memang berdampak baik untuk semua.
Mengalahlah, tekan egomu demi kemaslahatan yang lebih besar untuk semua.
Mengalahlah, balaslah keburukan, kepahitan dengan yang lebih baik.

Mengalahlah, maka kamu akan berbahagia..

Hidup ini bukan untuk berlomba menunjukkan siapa yang paling benar.
Hidup ini akan menjadi indah dengan kita semua bersama mengalah, menekan ego untuk bersama-sama membangun maslahat bersama, melangkah di jalan yang Allah suka.

 

 

 

Bertemanlah…

IMG-20160419-WA0035

Bertemanlah dengan orang yang suka akan kebaikan.
Dialah hiasan di kala kita senang dan perisai di kala kita susah. Namun, kita tak akan pernah memiliki seorang teman, jika kita mengharapkan seseorang tanpa kesalahan.

Karena semua manusia itu baik, kalau kita bisa melihat kebaikannya, dan menyenangkan kalau kita bisa melihat keunikannya.

Tapi, semua manusia itu akan buruk dan membosankan, kalau kita tidak bisa melihat keduanya.

Wong kang Sholeh kumpulono….
Paling tidak kamu bisa jadi lebih baik…..

 

Tentang Taubat….

IMG-20160608-WA0020

Sedang evaluasi diri…. 
Mengapa untuk menjadi baik itu perlu perjuangan…
Mengapa untuk menebus dosa butuh kesabaran…

Syaikh Muhammad bin Muhammad Al-Mukhtar As-Syinqithy mengatakan:

ماتاب عبد لله إﻻ وامتحن الله صدق توبته بتسهيل السبيل للذنب الذي تاب منه .

“Tidaklah seorang hamba bertaubat kepada Allah azza wa jalla, melainkan Allah azza akan kembali menguji kejujuran taubatnya dengan memudahkan jalan baginya menuju dosa yang pernah ia lakukan sebelumnya”

Catatan:

Allah azza wa jalla berfirman:

أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ. وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۖ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.

(QS: al-‘Ankabuut Ayat: 2-3)

Maksudnya Allah akan menguji manusia dengan berbagai ujian hingga tampak siapa yang benar dalam imannya dan siapa yang dusta dalam imannya. Dan Allah mengetahui kedua golongan tersebut.

Madinah 04-04-1436 7H
ACT Aan Chandra Thalib El-Gharantaly

Ya Allah jadikanlah taubat kami sebagai taubat nasuha yang benar-benar dilandasi oleh kejujuran.

Kamu adalah Pahlawan dalam kisahmu sendiri.

photo_2016-07-24_14-22-29

Bukan tentang menangkap orang jahat, mendaki gunung atau menyelamatkan kota.
Ini tentang kisahmu mengatasi ‘pengganggu’ dalam hidupmu.

Apakah itu masalah dari dalam atau orang yang membuat masalah padamu.

Ini kisah tentang masalah yang membuktikan siapa dirimu pada semua orang.

Dan kamu menyadari bahwa hal terpenting yang bisa kamu lakukan dalam hidupmu adalah Menjadi Dirimu Sendiri.

You are The Hero of Your Own Story.
Jangan Lupa Bahagia.