Maha Cinta #filmkisahcinta

“Saya Angga, 3 bulan lagi saya lulus wisuda dan saya akan nglamar kamu… boleh?..”

—————————————————————————————-

“Kak septi… kapan kakak jatuh cinta?”
“Ketika kakak kamu melamar aku..”
“Sebelum itu..???” “Sebelum itu kakak ga kenal cinta dunk??”
“Cinta itu ga cuma sama lawan jenis, sama orang tua, sama keluarga, sahabat, dan yang paling pentiiing……”
“Cinta sama Allah dan RosulNya….”

“Kamu jatuh cinta yaa??”
“iya kaak.”
“Subhanallaah….”
“Loh, kakak ga maraah!?”
“Cinta itu Anugerah, kenapa harus marah…”
“Tapi kamu ga pacaran kaan!!??”

————————————————————–

“Ga ada pacaran syar’i Ratih!”
“Ratiih, setan itu lebih tau mana batasan kita, lebih tahu celahnya..dan ara memasuki celah tersebut..”
“Tapi sebentar lagi dia wisuda..dia bilang mau nglamar Ratih….”
“Ya kalo gitu tinggal tunggu kan, ga perlu pake pacaran….”

———————————————————-

“Lagi mikirin pacar ya?”     “iyaa….”
“Lo tau kan pacaran dekatin zina.. haram bro..!”
“Tenang aja kali Li, gua bisa jaga diri..!”
“Uhm,, Jangan Somboong..!   Gua sebagai temen elo, ga mau elo keblablasan…”
“Oh ya, lo pernah denger ga cerita tentang miras…..” “Jadi, dulu jaman Nabi ada cowok jatuh cinta sama cewek cakep, tapi si cewek terus ngasih syarat tuh, buat bukti cintanya… justru lakuin 1 dari 3 maksiat….”
“truus,,,,,truus…..”
“yang pertama,  zinahi cewek…yang kedua bunuh anak kecil….yang ketiga, minum miras…… menurut lo, lo pilih yang mana…?”
“Semuanya haram Li…”
“humm…… tapi dia pilih minum miras,, karena dia pikir dosa paling keciil… Nah, abis minum miras kan dia mabok, ada cewek cakep di depannya, digaraap ama dia..dizinahi tu cewek..trus anak kecil dateng ni lewaat.. tok tok tok….jadi saksi…. di bunuh juga tu anak kecil ama dia… akhirnya apa dia lakuin tu tiga tiganya maksiat….gara gara miras……” “Menurut elo, apa moral ceritanya…?”

“Eee…mm.. jangan….jangan minum miras…karena bikin mabok tu Li….”

“Bukan itu maksud gua, yang Awalnya bikin cowok itu minum miras..Karena dia dah Mabok Cinta duluan sama itu cewek…. Gitu broo…. Cinta itu lebih bikin Mabok dari pada Miras…Makanya lo harus hati-hati…..”

“Tapi ada satu men, mabok yang di halalin sama agamaa….tau lo??” “Mabook nasi padang broo…. Mantaaap….!!! hahaha.”

———————————

“Kamu yakin cinta sama diaa….???”
“Yakin kaak…”
“Berdoa… berdoa minta yang terbaik…Doa yang ikhlas….yang ga melibatkan nafsu kamu…”

“Doa itu jalan kita kepada Sang Khalik ynag Maha Memiliki kita, yang maha menciptakan semuanya..termasuk perasaan yang kamu rasakan sekarang…”

Iklan

Ramadhan Will Come Back !! #Apa kabar ‘taubat’?

(from IMMGajahMada)

(from IMMGajahMada)

As-syaikh Asysyinqithy pernah ditanya

Apa nasehat anda kepada saya untuk menyambut musim-musim yang penuh ketaatan (Ramadhan)…?

Maka beliau menjawab:

Hal terbaik untuk menyambutnya adalah
“memperbanyak istighfar/permohonan ampun”

Karena seorang hamba akan diharamkan dari mendapat kebaikan atau taufik, dikarenakan dosa-dosanya.

Tidaklah seorang hamba senantiasa memenuhi hatinya dengan istighfar kecuali…….

Allah akan membuatnya:

  • Bersih dari dosa.
  • Allah akan membuatnya kuat ketika dia lemah.
  • Allah akan menyembuhkannya kala dia sakit.
  • Allah akan menyelamatkannya kala dia ditimpa ujian dan petaka.
  • Allah akan memberikan petunjuk dan hidayah saat dia berada dalam kebingungan.
  • Allah akan membuatnya tenang saat terguncang.

Karena…..

Sesungguhnya istighfar adalah memberi rasa nyaman selamanya untuk kita setelah sebelumnya hal ini dirasakan oleh Rasulullah SAW.

Faidah ini diterjemahkan dari artikel “grup bil qur’ani nahya”, asuhan istri syaikh Abdul Hadi.

rujukan:ikapd165.wordpress.com

Jangan Tergesa Menyalahkan……

khasiat-semangka

Seorang anak kecil memegang dua buah di kedua tangannya.

Ibunya datang mendekati, sang anak sambil tersenyum kemudian bertanya :

“Sayang.., boleh ibu minta satu buah nya.?”

Si anak memandang ibunya beberapa detik, kemudian dengan cepat menggigitnya, satu demi satu…

Si ibu berusaha menyembunyikan kekecewaannya, tapi tetap tersenyum sambil menahan kecewa dihatinya..

Kemudian si anak menyodorkan salah satu buah yang telah digigitnya tadi. (Setelah diseleksi)

Dengan suka cita dan senyum ceria sang anak berkata : “Ini untuk Ibu, karena yang ini LEBIH MANIS”

———————————————————————-

Siapapun anda, seberapapun pengalaman & pengetahuan anda, jangan tergesa-gesa dalam menilai seseorang, siapapun dia.

Berilah kepada orang lain kesempatan untuk memberikan penjelasan dengan baik dan dengan caranya sendiri.

Nikmat mana lagi yang kau dustakan….

kia-rio-di-coret-lulusan-sma11181586_377566385762836_5686930476100400276_n

Begitu besar nikmat Allah kepada kita lalu begitukah caramu bersyukur……. merayakan kelulusan dengan pesta bikini? hura hura di jalanan, cat pilok di mobil, di baju di mana mana…

Jadi ingat jaman dahulu ketika masa sekolah, beruntung dang sangat bersyukur sekali dididik dan dibina di sekolah islam berbasis asrama (semi pondok pesantren).

Jauh jauh sebelum ujian sudah yakin akan janji Allah untuk sungguh sungguh belajar, ketika ujian bener bener fokus ikhtiar dan ibadah, setelah ujian tawakal dan senantiasa menjaga perbuatan baik.

Alhamdulillah lulus dan tidak ada pakai hura-hura, rata-rata kami saling berpelukan (putra-putri dipisah) lalu saling mendoakan kesuksesan, salaman dengan guru-guru mengucapkan terima kasih kemudian duduk di pojok masjid, tersungkur sujud dan menangis berterima kasih kepada Allah..  Ingat begitu besar nikmat yang telah Allah berikan walaupun sering kali aku masih suka nakal…

وَآتَاكُمْ مِنْ كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ ۚ وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَتَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا ۗ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ

“Dan Dia telah memberimu (keperluanmu) dari segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghitungnya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).” [Ibrahim : 34]

فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS. Ar-Rahman: 13)

SEANDAINYA KAU TAHU –

oni

“Seandainya Kau Tahu, Engkau Tidak Akan Mau Dekat denganku”

Kita hebat di mata manusia karena Allah menyembunyikan aib-aib kita

Seandainya kau tahu, ternyata aku sering melanggar apa yang aku ucapkan, melanggar apa yang aku jadikan status, melanggar nasehat yang sering aku share, tentu engkau akan tidak simpati setiap melihatku.

Seandainya kau tahu, ternyata aku sering bermaksiat saat sendiri, tatkala hanya berdua saja aku dan Allah yang tahu, tentu engkau akan meludah di tempat atau bahkan di mukaku.

Seandainya kau tahu, ternyata aku sering masbuk ketinggalan shalat berjamaah.

Seandainya kau tahu, ternyata aku hanya rajin ketika bersama orang lain saja, agar dipuji dan disanjung.

Seandainya kau tahu, ternyata aku hanya ramah pada teman-teman saja di luar, di rumah terhadap istri dan anak aku kasar dan tidak bertanggung jawab.

Seandainya kau tahu…..

Sungguh Allah sangat Cinta dan Sayang pada hamba-Nya hingga aib dan kebusukan kita pun ditutupi olehNya.

Dan itu berlangsung sepanjang hari, setiap saat, bahkan mungkin sampai ajal nanti. Anak cucu pun tak tau apa dosa nenek moyangnya dulu.

Ibnu Mas’ud yang memilik banyak pengikut (mengikuti untuk belajar, karena belajar di zaman dahulu demikian, diikuti untuk mengambil faidah dari ilmu, akhlak dan sikapnya). Akan tetapi beliau berkata,

لو تعلمون ذنوبي ما وطئ عقبي اثنان، ولحثيتم التراب على رأسي، ولوددت أن الله غفر لي ذنبا من ذنوبي، وأني دعيت عبد الله بن روثة. أخرجه الحاكم وغيره.

“Kalau kalian mengetahui dosa-dosaku maka tidak akan ada dua orang yang berjalan di belakangku (mengikutiku) dan sungguh kalian akan melemparkan tanah di atas kepalaku, dan aku berangan-angan Allah mengampuni satu dosa dari dosa-dosaku dan aku dipanggil Abdullah bin Kotoran.”

Ingat Kisahnya nabi Musa Alaihis Salam,

Bani Israel ditimpa musim kemarau yang berkepanjangan. Mereka pun berkumpul mendatangi Nabi mereka. Mereka berkata, “Ya Kaliimallah, berdoalah kepada Rabbmu agar Dia menurunkan hujan kepada kami.” Maka berangkatlah Musa ‘alaihis salam bersama kaumnya menuju padang pasir yang luas. Waktu itu mereka berjumlah lebih dari 70 ribu orang. Mulailah mereka berdoa dengan keadaan yang lusuh dan kumuh penuh debu, haus dan lapar.

Nabi Musa berdoa,

“Ilaahi! Asqinaa ghaitsak…. Wansyur ‘alaina rahmatak… warhamnaa bil athfaal ar rudhdha’… wal bahaaim ar rutta’… wal masyaayikh ar rukka’…..”
Setelah itu langit tetap saja terang benderang, matahari pun bersinar makin kemilau, (maksudnya segumpal awan pun tak jua muncul).

Kemudian Nabi Musa berdoa lagi, “Ilaahi … asqinaa….”

Allah pun berfirman kepada Musa, “Bagaimana Aku akan menurunkan hujan kepada kalian sedangkan di antara kalian ada seorang hamba yang bermaksiat sejak 40 tahun yang lalu. Umumkanlah di hadapan manusia agar dia berdiri di hadapan kalian semua. Karena dialah, Aku tidak menurunkan hujan untuk kalian…”

Maka Musa pun berteriak di tengah-tengah kaumnya, “Wahai hamba yang bermaksiat kepada Allah sejak 40 tahun, keluarlah ke hadapan kami, karena engkaulah hujan tak kunjung turun…”

Seorang laki-laki melirik ke kanan dan kiri, maka tak seorang pun yang keluar di hadapan manusia, saat itu pula ia sadar kalau dirinyalah yang dimaksud. Ia berkata dalam hatinya,“Kalau aku keluar ke hadapan manusia, maka akan terbuka rahasiaku. Kalau aku tidak berterus terang, maka hujan pun tak akan turun.”

Maka hatinya pun gundah gulana, air matanya pun menetes, menyesali perbuatan maksiatnya, sambil berkata lirih, “Ya Allah… Aku telah bermaksiat kepadamu selama 40 tahun, selama itu pula Engkau menutupi ‘aibku. Sungguh sekarang aku bertaubat kepada Mu, maka terimalah taubatku.”

Tak lama setelah pengakuan taubatnya tersebut, maka awan-awan tebal pun bermunculan, semakin lama semakin tebal menghitam dan akhirnya turunlah hujan.

Musa pun keheranan, “Ya Allah, Engkau telah turunkan hujan kepada kami, namun tak seorang pun yang keluar di hadapan manusia.” Allah berfirman, “Aku menurunkan hujan kepada kalian oleh sebab hamba yang karenanya hujan tak kunjung turun.”

Musa berkata, “Ya Allah… Tunjukkan padaku hamba yang taat itu.”

Allah berfirman, “Ya Musa, Aku tidak membuka ‘aibnya padahal ia bermaksiat kepada-Ku, apakah Aku membuka ‘aibnya sedangkan ia taat kepada-Ku?!”

(Kisah ini dikutip dari buku berjudul “Fii Bathni al-Huut” oleh Syaikh DR. Muhammad Al ‘Ariifi, hal. 42)

Subhaanallah, Kalaulah bukan karena Allah menutupi aib-aib kita… Apa jadinya diri kita ini….. ;-(

Ironinya ada sebagian orang yang sudah ditutup aibnya oleh Allah, malah dia buka sendiri dan dia tidak merasa malu. Na’udzubillahi min dzaalik.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,

حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيْزِ بْنِ عَبْدِ اللهِ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيْمُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ ابْنِ أَخِي ابْنِ شِهَابٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللهِ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُوْلُ

: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ يَقُوْلُ ( كُلُّ أُمَّتِيْ مُعَافًى إِلَّا الْمُجَاهِرِيْنَ وَإِنَّ مِنَ الْمُجَاهِرِةِ أَنْ يَعْمَلَ الرَّجُلُ بِالْلَيْلِ عَمَلًا ثُمَّ يُصْبِحُ وَقَدْ سَتَرَهَ اللهُ فَيَقُوْلُ يَا فُلَانُ عَمِلْتُ البَارِحَةَ كَذَا وَكَذَا وَقدْ بَاتَ يَسْتُرُهُ رَبُّهُ وُيُصْبِحُ يَكْشِفُ سَتَرَ اللهُ عَنْهُ)

Telah mengabarkan kepada kami Abdul ‘Aziz bin Abdullah, telah mengabarkan kepada kami Ibrohim bin Sa’d dari anak saudaraku Ibnu Syihab dari Ibnu Syihab dari Salim bin Abdullah, dia mengatakan, “Aku mendengar Abu Huroiroh mengatakan, “Aku mendengar Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Setiap ummatku akan mendapatkan ampunan dari Allah Azza wa Jalla kecuali al Mujaahiriin yaitu semisal ada seorang laki-laki yang mengerjakan sebuah perbuatan (buruk) pada malam hari kemudian ia menjumpai waktu subuh dan Allah telah menutupi aibnya (berupa perbuatan buruk). Lalu laki-laki tersebut mengatakan, “Wahai Fulan, aku telah mengerjakan sebuah perbuatan buruk/jelek ini dan itu”. “Maka itulah orang yang malamnya Allah telah menutup aibnya lalu ia membuka aibnya sendiri di waktu subuh (keesokan harinya).
(HR. Bukhori no. 6069 dan Muslim no. 2990.)

Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin Rohimahullah mengatakan, Al Mujaahiriin adalah orang-orang yang menunjukkan bahwa ia telah berbuat maksiat kepada Allah.

Tanjungpinang – Kepulauan Riau
rujukan muslim.or.id;ikapd165.wordpress.com

Pantai Senggiling, Wisata Murah Meriah Pulau Bintan (Part IV)

BINTAN PARADISE _

Robbi Hafzan

sZygQO1377500306

Akhir pekan kemarin kembali melanjutkan Trip menelusuri indahnya pulau Tempat saya Menetap ini. Sudah 5 tahun di pulau bintan, baru beberapa waktu belakangan saya mulai berniat untuk mengabadikan tempat tempat yang indah yang pernah saya lihat di pulau ini. Jujur saja saya termotivasi dari seorang teman bernama Isna, iya cukup meracuni saya untuk traveling dan menulis perjalanannya di blog dan juga dia sudah membuat saya menyesal, hhmm… Kenapa menyesal? Ya, teman Saya Isna sudah mengabadikan dalam bentuk tulisan dan foto foto tentang tempat tempat indah di kampung halaman saya (Kerinci) di blognya, sedang kan saya sendiri mungkin belum sempat menelusuri sebagian besarnya karna sudah keburu meranatu , sehingga terkadang saya sering menanyakan padanya, memangnya ada ya tempat seperti ini disana? (saya sungguh keterlaluan he he ). saat ini penyesalan itu membuat saya lebih “melek” terhadap lingkungan sekitar, terutama urusan jalan jalan, he he bukan itu saja sebenarnya motivasinya, bagi…

Lihat pos aslinya 987 kata lagi

[EVENT]Berantas Buta Huruf Qur’an

Another Amazing Project –

Sunday Sharing Diary

Iqro’ bismirobbikalladzii kholaq
Bacalah dengan (menyebut) nama Rabb-mu yang menciptakan.
Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah.
Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam.
Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.
(Al-‘Alaq:1-5)

. . . . .

IMG_20140303_164346 (FILEminimizer)

Hai sob, kita bertemu lagi dalam suasana menjelang ramadhan. Kali ini kita ada gawe baru dengan tema “Memberantas Buta Huruf Al-Qur’an“. Di momen ini kita ingin melakukan sebuah gerakan sederhana dengan membagi-bagikan IQRO, JUZ ‘AMMA, ataupun beberapa alat peraga lain yang dapat memudahkan proses belajar mengajar al-Qur’an.

Adapun di kegiatan kali ini kita fokuskan untuk menyediakan media pembelajaranya saja. Untuk pemanfaatannya kami serahkan sepenuhnya kepada pihak yang menerima donasi. Target penyaluran kali ini kami fokuskan untuk adik-adik panti asuhan, wakaf di masjid maupun untuk adik-adik TPQ (Taman Pendidikan Qur’an) yang belum mempunyai buku pegangan sendiri.

Harga untuk tiap buku kami anggarkan 15ribu rupiah…

Lihat pos aslinya 190 kata lagi

[REPORT]Karena Rasa Cinta dan Sayang Mestilah Berekspresi

Report of Project

Sunday Sharing Diary

Tebar Seragam Muslimah Tebar Seragam Muslimah

“Hai para gadis, mau ga nih tak kasih permen?” Tanyaku
“Mauuu… mauuu… mauuu…!” Jawab mereka serentak
“Nih, ambil salah satu?” Sambil kusodorkan kedua tanganku ke mereka
“Iiih mas jorok. Masak nawarin yang udah kebuka plastiknya!” Ujar salah seorang siswi.

. . . . .

Sebuah contoh sederhana yang bisa jadi satu pembelajaran buat kita. Segala sesuatu jika dikemas dengan apik dan rapi akan terlihat lebih berharga dan terjaga. Sederhananya, sesuatu tersebut mempunyai nilai ekslusif.

Begitu juga ketika bicara mengenai aurat. Jika diumbar, tak ayalnya seperti permen yang tak berbungkus. Bisa jadi kita diuntungkan dengan baunya yang sedap dan bentuknya yang menawan. Tapi tak bisa dipungkiri juga bahwasannya ia akan memancing berbagai macam kuman untuk duluan mencicipinya. Yap, kita kalah duluan buat dapat barang yang ekslusif.

Eh bentar-bentar…, kalo dipikir-pikir justru malah dapet bonus yah! Kuman yang nempel itu bisa ikutan kita cicipi. Maknyuss…!

Masak aurat dianalogikan…

Lihat pos aslinya 343 kata lagi